Pemerintah Siapkan 2 Aturan soal Pengetatan BBM Bersubsidi dan BBM Rendah Sulfur, Dikeluarkan Bersamaan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini sedang menyiapkan dua payung hukum baru untuk mengatur soal pengetatan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan mengenai penerapan BBM rendah sulfur.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menyampaikan, kedua aturan baru tersebut akan terbit dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) ESDM dan akan dirilis secara bersamaan.
“Satu itu melegalisasi mengenai kategori konsumen yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Satu lagi soal (BBM) rendah sulfur itu adalah bagaimana perhitungan biaya yang eligible untuk dihitung,” kata Agus saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal EBTKE, Senin (9/9/2024).
Baca Juga
Agus menyampaikan, kedua Permen BBM tersebut sudah dibahas dan sudah berada di bawah standar. Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana pun disebut sudah memberi pernyataan kalau Permen ini sudah siap, dan sedang menunggu kesiapan operasionalnya.
Dijelaskan oleh Agus, Permen pengetatan BBM bersubsidi tersebut dengan Permen BBM rendah sulfur akan beririsan satu sama lain. Dia pun tidak memungkiri kalau nantinya harga jual BBM rendah sulfur ini bakal lebih mahal.
“Kebutuhan rendah sulfur adalah bagaimana agar emisi yang sebagian besar dari transportasi, dari BBM, ini dibersihkan. Supaya emisi lokalnya, emisi penyebaran udaranya bisa ditanggung. Jadi untuk bisa menerapkan itu, itu kan (produknya) lebih mahal,” ujarnya.
Baca Juga
Pemerintah Bakal Rilis BBM Rendah Sulfur, BPH Migas Bilang Begini
Lebih lanjut Agus menerangkan bahwa anggaran pemerintah untuk subsidi BBM tersebut sejatinya terbatas. Maka dari itu, dicari solusi agar anggaran yang terbatas itu bisa termanfaatkan untuk bisa menyediakan BBM rendah karbon.
Maka dari itu, dibuat aturan agar penerima subsidi harus benar-benar tepat sasaran. Dengan demikian kemampuan keuangan negara masih mencukupi untuk penyediaan BBM rendah sulfur.

