Pemerintah Bakal Rilis BBM Rendah Sulfur, BPH Migas Bilang Begini
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan untuk uji coba (pilot project) penggunaan bahan bakar minyak (BBM) rendah sulfur.
Menanggapi hal ini, Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Saleh Abdurrahman, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk melaksanakan apa pun kebijakan pemerintah.
“Kalau BBM rendah sulfur, kita tunggu kebijakan pemerintah mulai kapan. BPH Migas siap untuk melaksanakan kebijakan pemerintah,” kata Saleh Abdurrahman saat dihubungi Investortrust, Kamis (18/7/2024).
Baca Juga
Pemerintah Akan Uji Coba BBM Rendah Sulfur Mulai 17 Agustus 2024
Terkait dengan persiapan penerapan uji coba BBM rendah sulfur ini, Saleh menerangkan bahwa segala sesuatunya harus dibuat jelas terlebih dahulu, barulah bisa dilakukan uji coba. Salah satunya adalah soal daerah mana saja yang bakal dilakukan untuk uji coba tersebut.
“Kan mesti jelas, ditetapkan apakah di Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi) dulu atau di seluruh Indonesia,” ujar dia.
Sebelum ini, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebutkan, diluncurkannya BBM rendah sulfur ini diharapkan bisa menjadi alternatif dalam mengatasi masalah polusi udara. Selain itu, ini juga selaras dengan target net zero emission (NZE) 2060.
Baca Juga
Bukan Pembatasan, Menko Airlangga: Pemerintah Rancang Skenario Program BBM Subsidi Tepat Sasaran
“Kan sekarang ini udara kita banyak emisi. Jadi bagaimana caranya supaya mengurangi, supaya hidup sehat. Jadi kita alternatifnya pakai BBM yang rendah sulfur,” ujar Arifin Tasrif, saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jumat (15/7/2024).
Dijelaskan oleh Arifin, pemerintah sedang mencari bahan pencampur yang bisa digunakan untuk mengurangi tingkat sulfur dari BBM. Diketahui saat ini tingkat sulfur pada BBM berada di level 500 parts per million (ppm).
“Kan kalau standarnya Euro 5 sudah harus di bawah 50 ppm. Tapi menuju itu kan ada ongkosnya,” terang Arifin.

