Ditjen Bina Marga Dapat Alokasi Anggaran Rp 32,31 Triliun, untuk Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rachman Arief Dienaputra mengatakan pagu anggaran Ditjen Bina Marga pada tahun 2025 sebesar Rp 32,31 triliun atau sekitar 80,25% dari total pagu indikatif Kementerian PUPR sebesar Rp 75,63 triliun.
Menurutnya, anggaran tersebut diprioritaskan untuk program yang bersifat committed (prioritas kegiatan berkelanjutan), kegiatan yang bersifat kritis atau mendesak, dan kegiatan preservasi jalan dan jembatan guna mempertahankan kemantapan jalan dan jembatan.
''Pagu indikatif tahun 2025 Ditjen Bina Marga sebesar Rp 32,31 triliun ini bersumber dari Rupiah Murni Rp 22,482 triliun, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Rp 4,109 triliun, Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN) Rp 3,374 triliun, dan Rupiah Murni Pendamping sebesar Rp 158 miliar,'' kata Rachman dalam keterangan resmi, diakses Rabu (4/9/2024).
Baca Juga
Rachman menambahkan, penggunaan alokasi pagu anggaran Ditjen Bina Marga sebesar Rp 32,312 triliun ini diprogramkan untuk dukungan manajemen sebesar Rp 3,189 triliun atau 6,77% dari total pagu indikatif dan program infrastruktur konektivitas sebesar Rp 30,123 triliun atau 93,23% dari total pagu indikatif.
“Lebih rinci untuk program infrastruktur konektivitas antara lain yaitu pembangunan jalan Rp 3,744 triliun, pembangunan jembatan Rp 4,693 triliun, preservasi jalan dan jembatan Rp 16,208 triliun, pembangunan jalan tol Rp 4,839 triliun, turbinwas dan cadangan penanganan bencana sebesar Rp 0,642 triliun,” imbuhnya.
Rachman melanjutkan, rencana kegiatan target prioritas tahun 2025 untuk infrastruktur jalan senilai Rp 13 triliun ini guna konektivitas dan aksesibilitas pembangunan jalan sepanjang 104,88 km. Serta peningkatan kapasitas dan preservasi peningkatan struktur sepanjang 1.642,06 km.
Baca Juga
Pembangunan Pasar Rakyat Jailolo Rampung, Menteri Basuki: Masyarakat Lebih Nyaman Bertransaksi
"Sedangkan untuk bidang jembatan dengan nilai Rp 5,78 triliun ini akan digunakan pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 1.662,42 meter. Preservasi dan penggantian jembatan sepanjang 107.394,10 kilometer," jelasnya.
Kemudian, lanjut Rachman, anggaran Ditjen Bina Marga tahun 2025 juga digunakan untuk preservasi jalan dan jembatan nasional sebesar Rp 5,81 triliun antara lain jalan sepanjang 47.763 km, jembatan sepanjang 548.513 meter dan program padat karya.
"Untuk peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan 4,83 kilometer, senilai Rp 4,836 triliun antara lain, Serang–Panimbang (Loan), Semarang–Demak (Loan), Akses Pelabuhan Patimban (Loan), JTTS Betung – Jambi (PBBL), Jalan Tol IKN (Tol 3A-2 dan 3B-2) (RPM)," ujarnya.
Baca Juga
Bamsoet Dukung Prabowo Pisahkan Kementerian Perumahan Rakyat dari PUPR
Selanjutnya, Rachman memaparkan, anggaran juga untuk meningkatkan aksesibilitas flyover atau underpass sepanjang 142 meter yang dialokasikan sebesar Rp49 juta. Di mana, alokasi anggaran tersebut digunakan untuk Flyover Sudirman di Sumatera Selatan dan Underpass Bitung di Banten.
''Serta untuk dukungan teknis senilai Rp 640 miliar antara lain fungsi pengaturan, pembinaan dan pengawasan pemerintah pusat, cadangan bencana. Dan dukungan manajemen senilai Rp2,19 triliun,'' pungkasnya.

