27 Ketua Kadin Daerah dan Asosiasi Hadiri Diskusi yang Digelar ABAC, Dukung Pemerintahan Prabowo - Gibran
JAKARTA, Investortrust.id – Di tengah situasi yang menghangat jelang pergantian pemerintahan yang akan jatuh pada 20 Oktober 2024 mendatang, Asia-Pacific Economic Cooperation Business Advisory Council (ABAC) menggelar sebuah diskusi bertajuk Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran. Diskusi yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, pada Sabtu (31/8/2024) lalu mendapatkan dukungan dan kehadiran dari sejumlah ketua Kadin daerah (Kadinda) dan para ketua asosiasi usaha di Tanah Air.
Disampaikan Ketua Asia-Pacific Economic Cooperation Business Advisory Council (APEC BAC) Anindya Bakrie, tujuan dari diskusi ini adalah untuk menggelar dialog yang bisa memberikan optimisme tentang Indonesia di tangan pemerintahan baru presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Saya lihat acara ini dihadiri oleh 27 ketua umum Kadin daerah, juga para ketua dari asosiasi-asosiasi usaha, pertemuan ini tentunya diharapkan menjadi ajang dialog tentang the Future of Indonesia,” kata Anindya saat memberikan sambutan.
Dalam kesempatan yang sama, Anindya juga membagikan optimismenya mengenai target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
“(Alasan) yang pertama domestic consumption kita kuat. Selama 25 tahun paling nggak 50%-60% konsumsi domestik sudah ada di Indonesia. Jadi paling nggak (pertumbuhan ekonomi) 2,5% aman,” kata Anindya. Alasan optimisme yang kedua, yaitu pemerintah masih terus menggelontorkan belanja pemerintah. Dia mengatakan pemerintah akan mengguyur anggaran sebesar Rp 400 triliun untuk infrastruktur.
Baca Juga
Anindya Bakrie Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tercapai
“Apa artinya itu? Artinya bukan hanya jalan tapi sekolah lebih baik dan juga rumah sakit lebih baik,” kata dia.
Selain itu, faktor ketiga dan keempat yaitu, investasi dan ekspor. Dua faktor ini, kata Anindya saling mengikat.
Investasi menurutnya akan menjadi landasan penting lainnya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Anindya mengatakan untuk menggaet investasi yang besar diperlukan kepastian hukum.
“Jadi kepastian hukum akan membawa suatu investasi, baik dalam negeri atau luar negeri yang luar biasa. Tapi investasi (yang masuk) yang bisa mengolah hasilnya untuk diekspor,” tutur Anindya.
Baca Juga
Hadapi Tantangan Global, Ketua APEC BAC Anindya Bakrie: Optimisme Harus Tetap Dijaga
Sementara itu faktor kelima yaitu transformasi ekonomi, baik ekonomi hijau maupun ekonomi digital. Anindya mengatakan hilirisasi memiliki peran vital untuk pengembangan ini.
“Nah ini ada beberapa contoh, mengenai makan bergizi gratis sudah Rp 70 triliun kalau tidak salah dibudgetkan di RAPBN. Hilirisasi ini bukan saja di mineral tapi juga di pangan,” kata dia.

