Anindya Bakrie Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tercapai
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Asia-Pacific Economic Cooperation Business Advisory Council (APEC BAC) Anindya Bakrie membagikan optimismenya mengenai target pertumbuhan ekonomi pemerintah. Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025, pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh sebesar 5,2% dan tingkat inflasi terjaga di angka 2,5%,
Optimisme itu dibagikan Anindya Bakrie setelah mendapat penjelasan dari wakil menteri keuangan.
Baca Juga
Pemerintahan Prabowo Subianto Pastikan Buat Kementerian Perumahan dan Badan Penerimaan Negara
Terdapat setidaknya lima faktor yang membuat Anindya optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.
“Yang pertama domestic consumption kita kuat. Selama 25 tahun paling enggak 50%-60% konsumsi domestik sudah ada di Indonesia. Jadi paling enggak (pertumbuhan ekonomi) 2,5% aman,” kata Anindya saat diskusi Future of Indonesia Dialogue: Optimisme Dunia Usaha dalam Bermitra dan Menyongsong Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Sabtu (31/8/2024).
Faktor kedua, kata Anindya, pemerintah masih terus menggelontorkan belanja pemerintah. Dia mengatakan pemerintah akan mengguyur anggaran sebesar Rp 400 triliun untuk infrastruktur.
“Apa artinya itu? Artinya bukan hanya jalan tetapi sekolah lebih baik dan juga rumah sakit lebih baik,” kata dia.
Selain itu, faktor ketiga dan keempat yaitu, investasi dan ekspor. Dua faktor ini, kata Anindya saling terikat.
Anindya mengatakan investasi menjadi landasan penting lainnya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Anindya mengatakan untuk menggaet investasi yang besar diperlukan kepastian hukum.
“Jadi kepastian hukum akan membawa suatu investasi, baik dalam negeri atau luar negeri yang luar biasa. Tapi investasi (yang masuk) yang bisa mengolah hasilnya untuk diekspor,” kata dia.
Baca Juga
Hadapi Tantangan Global, Ketua APEC BAC Anindya Bakrie: Optimisme Harus Tetap Dijaga
Sementara itu faktor kelima yaitu transformasi ekonomi, baik ekonomi hijau maupun ekonomi digital. Anindya mengatakan hilirisasi memiliki peran vital untuk pengembangan ini.
“Nah, ini ada beberapa contoh, mengenai makan bergizi gratis sudah Rp 70 triliun kalau tidak salah dibujetkan di RAPBN. Hilirisasi ini bukan saja di mineral tetapi juga di pangan,” kata dia.

