Tren Kereta Perkotaan Terus Meningkat, KAI Bidik Angkut 2,5 Juta Penumpang di Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan, tren penumpang kereta api (KA) perkotaan terus meningkat sejak terintegrasinya moda kereta rel listrik (KRL), KA Bandara hingga light rail transit (LRT).
Menurut Vice President Public Relations KAI Anne Purba, sejak Januari sampai Juli 2024 tren peningkatan penumpang kereta perkotaan rata-rata telah mencapai 10-15%.
“Sekarang frekuensinya juga bertambah, penumpang kita di bulan Juli itu sudah di angka 2.027.000 (orang) dalam satu bulan. Dari Januari sampai ke Juli (2024) itu naik terus (tren penumpang) angkanya 10-15%,” kata Anne saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2024).
Baca Juga
KAI Ubah Sejumlah Jadwal Perjalanan Kereta Api Mulai 1 September 2024
Atas pencapaian tersebut, KAI grup optimistis dapat mengangkut atau melayani masyarakat melalui kereta perkotaan (urban transport) sekitar 2,5 juta penumpang di tahun 2025 mendatang. Bahkan, KAI telah mencatat volume per hari kereta perkotaan sebanyak 1,2 juta penumpang.
“Kalau untuk target penumpang di (tahun) 2025 itu kalau bisa ngangkut lebih dari 2,5 juta penumpang untuk urban transport-nya. Kalau saat ini, dari totally yang kita (operasikan kota perkotaannya) di Jabodetabek ini sekitar 1,2 juta (penumpang) per hari, baik dari (KA) bandara, Commuter Line, kemudian LRT,” papar Anne.
Lebih lanjut, Anne mengungkapkan, ada dua stasiun yang telah mencatatkan pertumbuhan tren penumpang sejak terintegrasinya moda transportasi darat yakni Transjakarta dengan moda perkeretaapian di antaranya Commuter Line, LRT hingga KA Bandara.
Baca Juga
Stasiun Karawang Beroperasi 2025, Waktu Tempuh Kereta Cepat Whoos Lebih Lama?
“Kita mengintegrasikan di Stasiun Sudirman/Dukuh Atas itu ada peningkatan (tren penumpang) dari 20-30% setelah kita mengoperasikan LRT. Dan juga di Stasiun Cawang/Cikoko yang terkoneksi, itu juga ada kenaikan 10-15%,” tutup Anne.

