Selain Lifting Migas, Bahlil Juga Akan Fokus Kurangi Impor LPG
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang baru dilantik awal pekan ini, sudah memiliki fokus terkait apa saja yang akan dikerjakan dalam upaya mendorong ketahanan energi nasional.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menyampaikan, setidaknya ada dua hal yang menjadi fokus Bahlil, yaitu meningkatkan produksi (lifting) minyak dan gas bumi (migas), serta mengurangi impor LPG.
“Pertama adalah peningkatan produksi, kedua mengurangi impor untuk LPG. Jadi kita lagi menyusun persiapan program untuk apakah bisa produksi LPG lebih banyak di dalam negeri,” kata Dadan saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Impor LPG Lebih dari 6 Juta Ton per Tahun, Pemerintah Kaji Beri Subsidi di Hulu untuk Jargas
Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, saat ini impor LPG Indonesia sudah lebih dari 6 juta ton per tahun. Maka dari itu, pemerintah akan mendorong interkonektivitas penyaluran gas agar bisa tersebar ke berbagai wilayah sehingga dapat mengurangi impor LPG.
“Kita sedang menyusun ya. Kita bekerja melakukan penyusunan,” ujar Dadan saat ditanya soal berapa target pengurangan impor LPG yang ingin dicapai.
Sementara itu, terkait dengan sektor mineral dan batu bara (minerba), Dadan mengatakan, Bahlil akan fokus pada hilirisasi. Apalagi, Bahlil sudah mendorong program hilirisasi ini saat masih menjabat sebagai Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Baca Juga
Subsidi LPG Tak Tepat Sasaran Pengaruhi Minat Masyarakat Gunakan Jargas
“Yang pasti hilirisasi karena beliau juga yang waktu di Menteri Investasi dorongnya ke sana. Kombinasi antara pengalaman beliau di Kementerian Investasi dan ESDM itu sangat baik untuk mendorong lebih cepat,” sebutnya.

