Subsidi LPG Tak Tepat Sasaran Pengaruhi Minat Masyarakat Gunakan Jargas
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Abra Talattov menilai masih belum tepat sasarannya penyaluran LPG bersubsidi (LPG 3 kg) menyebabkan minimnya minat masyarakat menggunakan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas).
Menurut Abra, hal ini dikarenakan harga LPG bersubsidi masih lebih murah ketimbang menggunakan jargas. Maka dari itu, ia memandang perlu adanya upaya dari pemerintah agar pendistribusian LPG bersubsidi tidak lagi dilakukan secara terbuka alias pembatasan pembelian.
“Dari sisi harga, jargas ini kan relatif lebih mahal dibandingkan LPG yang subsidi. Kalau dibandingkan dengan LPG non-subsidi, memang betul jargas ini lebih murah. Tetapi kan yang menjadi permasalahan klasik adalah, LPG subsidi sampai sekarang ini kan masih didistribusikan secara terbuka,” kata Abra saat dihubungi Investortrust, Senin (15/7/2024).
Karena tidak adanya pembatasan ini, di mana masyarakat menengah ke atas (masyarakat mampu) masih bisa dengan bebas membeli LPG subsidi, Abra melihat terjadi migrasi yang sangat besar dari konsumen LPG non-subsidi ke subsidi.
Baca Juga
Pembangunan Infrastruktur Masih Lambat, Penerapan Jargas Tak Maksimal
Menurutnya, syarat paling utama untuk bisa mendorong penggunaan jargas adalah dengan perubahan mekanisme penyaluran LPG subsidi, dari yang dijual terbuka menjadi tertutup. Dengan demikian masyarakat menengah ke atas tidak punya celah untuk membeli LPG bersubsidi.
“Sehingga ketika mereka membandingkan antara LPG non-subsidi dan jargas, pasti mereka secara rasional akan menggunakan jargas. Jadi memang ini yang menjadi masalah utamanya, di mana pendistribusian LPG 3 kg belum juga dilakukan secara tertutup,” ujar dia.
Pemerintah sendiri sejatinya saat ini sedang mengupayakan agar penyaluran LPG subsidi bisa lebih tepat sasaran. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan aturan, di mana pembelian LPG 3 kg wajib menggunakan KTP.
Baca Juga
ESDM Sebut Realisasi Jargas 993 Ribu dari Target 2,5 Juta Sambungan Rumah
Tidak hanya itu, pemerintah juga berencana mengubah skema pemberian bantuan subsidi LPG. Jika selama ini pemberian subsidi berupa pengurangan harga produk tabung LPG 3 kg, maka akan diubah menjadi pemberian uang tunai ke masyarakat yang membutuhkan.
“Saya pikir apa pun bentuknya nanti, mekanisme subsidi LPG itu, tapi memang jumlah targetnya dibatasi gitu. Saya pikir itu pasti akan secara inline mendukung upaya untuk memperluas alternatif penggunaan jargas,” terang Abra.
Abra meyakini, jika minat masyarakat menggunakan jargas sudah tumbuh, hal ini akan berdampak kepada semakin banyaknya swasta yang tertarik untuk melakukan kerja sama dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mengembangkan infrastruktur dan mengembangkan bisnis hilir gas bumi.
Baca Juga
“Satu hal lagi. Jadi rekomendasi tentang hal lain untuk bisa meningkatkan daya saing harga jargas adalah dengan pemerintah bisa memberikan harga gas di hulu bagi PGN, tapi yang ditunjukkan untuk jargas, itu juga harga gasnya bisa dibuat dengan harga yang lebih kompetitif,” pungkas dia.

