Kebanyakan Industri Otomotif Pakai ICE, Padahal 60% BBM RI Masih Impor
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyebutkan industri otomotif kebanyakan masih menggunakan mesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE), padahal 60% bahan bakar minyak (BBM) Indonesia masih impor.
"Kita punya industri otomotif itu hampir semuanya menggunakan teknologi combustion engine. Padahal BBM-nya kita impor, jadi kita impor 60% BBM kita," ucap Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin di acara Road to Indonesia International Sustainability Forum 2024, Kamis (22/8/2024).
Baca Juga
Pemerintah Dorong Kebijakan Baru untuk Penyaluran BBM Bersubsidi
Anak buah Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan ini pun menyebutkan, Indonesia memang memiliki stok biofuel terutama untuk diesel cukup besar. Kendati demikian, dalam waktu yang panjang ke depan tidak akan cukup.
"Dan kalau kita mau nambah lagi kita harus berhati-hati. Jangan sampai malah kita melakukan deforestasi. Jadi fokus untuk biofuel ini sebenarnya lebih banyak ke meningkatkan intensitas dari produksi dengan lahan yang ada," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Rachmat menyebutkan perlu adanya pembangunan industri otomotif agar tidak menggunakan BBM. Sehingga, diperlukan perluasan industri kendaraan yang berbasis listrik atau battery electric vehicles (BEV).
Baca Juga
Luhut Sebut Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi Bakal Diselesaikan di Pemerintahan Jokowi
"Kita perlu membangun industri otomotif yang tidak lagi menggunakan BBM. Nah ini peluangnya membangun tentunya yang hari ini sudah ada, EV supply chain, battery EV supply chain," terang Rachmat.
"Jadi manufaktur mobil, motor, bus, truk dan sebagainya, kemudian juga tentunya komponen pendukung. Seperti baterai dan sebagainya. Jadi hal-hal seperti ini yang perlu kita buat di Indonesia, kita perlu bangun di Indonesia," tandasnya.

