Kampung Nila SFV Desa Kawali Siap Suplai Bahan Pangan Program Makan Bergizi Gratis
CIAMIS, investortrust.id - Kampung Nila Kawali yang menjadi pilot project Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam program Smart Fisheries Village (SFV), ternyata sudah diincar untuk menjadi salah satu penyuplai lauk untuk program makan siang bergizi gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Gapokkan Kampung Nila SFV Desa Kawali, Iim Gala Permana menyebutkan, sejatinya Kampung Nila Kawali mampu menyuplai ikan nila rata-rata 3 kuintal sehari.
“Terkait makan siang bergizi gratis, seminggu ke belakang saya mendapat tawaran dari Babinsa. Jadi Kodim itu dapat 10 dapur mengelola makan gratis itu. Satu dapur itu mintanya 10.000 ekor ikan,” ungkap Iim di Kampung Nila Kawali, Ciamis, Rabu (21/8/2024).
Lebih lanjut Iim merincikan, bahwa ikan yang diminta adalah yang 1 kg terdiri dari enam ekor ikan nila. Sehingga, kalau 1 dapur meminta suplai 10.000 ekor ikan, maka Kampung Nila Kawali mesti menyiapkan 15 ton ikan nila untuk program rancangan Prabowo-Gibran tersebut.
Baca Juga
“Makanya ini tidak main-main. Permintaan-permintaan ke kami itu bukan omong kosong,” ujar Iim.
Senada dengan Iim, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Giyatno mengatakan, dilibatkannya Kampung Nila Kawali dalam program makan siang bergizi gratis tersebut sangat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
Dia menyebut, Kabupaten Ciamis sendiri telah melakukan persiapan dalam rangka ketersediaan stok ketahanan pangan. Pasalnya, masyarakat Ciamis tengah fokus dalam budidaya ikan, seperti yang sudah dilakukan Desa Kawali.
“Nah dengan program makan bergizi ini, apalagi sekarang ada Badan Gizi Nasional yang sudah terbentuk kemarin tanggal 15 Agustus, tentunya ini menjadi salah satu lokasi yang bisa dimanfaatkan ataupun bisa mendorong, mendukung di program pengembangan ataupun penyediaan makan bergizi, khususnya di protein hewannya,” ungkap Giyatno.
Baca Juga
Pertamina Perkuat Kerja Sama dengan Perusahaan Jepang di AZEC Ministerial Meeting 2024
Desa Kawali sendiri tidak hanya membudidayakan ikan dan menjualnya ke pasar. Namun, masyarakat di Desa Kawali juga membuat berbagai macam produk olahan dari ikan nila. Disebutkan setidaknya ada 17 diversifikasi produk olahan ikan nila seperti menjadi es krim, brownies, abon, kerupuk, hingga kue bolu.
“Di sini yang terkait dengan olahan ikan kekinian. Kita ada es krim ikan nila, ada keripik cucuk ikan nila. Sehingga ini menjadi salah satu konsep yang harus didorong lebih luas lagi. Jadi bukan hanya di sini, ini bisa dikembangkan di wilayah mana saja dengan konsep peberdayaan masyarakat.
Masyarakat yang menjalankan, dan kita dari pemerintah mendorong, memajukan itu menjadi satu terobosan di dalam pembudidayaan ikan itu sendiri,” sebut Giyatno.

