Program SFV KKP Genjot Produksi Ikan Nila, Rata-Rata Panen 3 Kuintal Sehari
CIAMIS, investortrust.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengembangkan program Smart Fisheries Village (SFV) untuk memperkuat kemandirian desa berbasis usaha perikanan. Salah satu yang menjadi pilot project adalah Kampung Nila Kawali, yang terletak di Ciamis, Jawa Barat.
Terkait dengan Kampung Nila Kawali, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Giyatno mengatakan, ini merupakan strategi mengembangkan budidaya ikan nila, yang mana budidaya ini bisa meningkatkan ketahanan pangan di satu kawasan.
“Nah ini salah satu pilot project yang telah kita laksanakan dari tahun 2019 sampai sekarang, dan ini menjadi satu kawasan terpadu yang terintegrasi dari mulai pembenihan, budidaya, pemanenan, pemasaran, termasuk pengolahan ikan,” ujar Giyatno di Kampung Nila Kawali, Rabu (21/8/2024).
Baca Juga
KKP Pastikan Program Ekonomi Biru Jangkau Masyarakat Pulau Terluar RI
Giyatno menerangkan, dengan program SFV ini budidaya ikan nila menjadi lebih produktif. Dia menyebut, yang pada awalnya di satu kolam hanya terdapat 100 kg ikan nila, namun dengan strategi pengembangan ikan dengan sentuhan kincir air (Sibudi Dikucir), maka meningkat menjadi 300-400%.
“Sehingga dari sisi pendapatan maupun perolehan dari keuntungan itu sangat luar biasa. Dan tentunya uang yang beredar di sini juga sangat besar. Karena dari segi pengunjung juga,” ungkap dia.
Disebutkan bahwa rata-rata produksi ikan nila di Kampung Nila Kawali mencapai 3 kuintal per hari. Dengan asumsi nilai pasar 1 kg ikan nila sekitar Rp 30.000, maka omzet yang didapat secara rata-rata sehari adalah Rp 9 juta. Dalam setahun, maka akan memperoleh omzet sekitar Rp 3,2 miliar.
Giyatno menyampaikan, dalam menjalankan program SFV ini, KKP juga terus memberikan pendampingan dan bantuan. Namun, bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang kepada masyarakat.
Baca Juga
Jepang Bebaskan Bea Masuk Ekspor Tuna RI, KKP: Bisa Tarik Minat Investasi Sektor Perikanan
“Kami melihat bahwa bantuan itu jangan sampai masyarakat dienakkan, dininabobokan dengan dibantu langsung. Justru kita ingin membangun kemandirian dari satu kelompok, tapi kita tetap support. Kita support pendampingan, termasuk juga nanti kalau misalkan sudah jalan ada yang harus dibutukan lebih besar lagi, kita sambungkan dengan pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat, termasuk dengan dunia usaha,” jelasnya.
SFV Kampung Nila Kawali ini dipasang target untuk memproduksi ikan nila sebanyak 360 ton dalam setahun di 2026. Dengan realisasi yang ada saat ini, Giyatno meyakini bahwa target tersebut akan bisa tercapai. Apalagi dengan adanya program ini, ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat.
“Alhamdulillah dari program SFV ini tentunya bisa meningkatkan yang pertama kemandirian masyarakat lebih optimal lagi. Yang kedua tentunya dukungan dari semua stakeholder yang ada di Kabupaten Ciamis khususnya dari dinas yang lain juga support ke kita, ke lokasi ini. Termasuk bisa meningkatkan SDM-nya,” sebut Giyatno.

