Top, Ciamis Mau Jadi Kabupaten Ikan Nila Nasional
CIAMIS, investortrust.id - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis, Giyatno menyampaikan, wilayahnya tersebut memiliki cita-cita untuk menjadi kabupaten ikan nila nasional. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang mendorong produksi ikan nila.
"Kami ingin Kabupaten Ciamis itu menjadi kabupaten ikan nila. Kami lima tahun ke depan mencanangkan bahwa kabupaten Ciamis menjadi kabupaten ikan nila terbesar di Indonesia,” tegas Giyatno saat ditemui di Kampung Nila Kawali, Ciamis, Rabu (21/8/2024).
Kampung Nila Kawali sejatinya menjadi pilot project Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam program Smart Fisheries Village (SFV). Sejak bergabung dalam program tersebut, produksi ikan nila di Kampung Nila Kawali pun mengalami peningkatan sebesar 300-400%, yakni menjadi 3 kuintal per hari.
Baca Juga
Program SFV KKP Genjot Produksi Ikan Nila, Rata-Rata Panen 3 Kuintal Sehari
Giyatno menerangkan, pemerintah Ciamis sebetulnya tidak mengesampingkan komoditas ikan lainnya yang juga potensial di wilayah mereka, seperti misalnya Lele dan Gurame. Namun, mereka ingin menonjolkan satu komoditas tertentu untuk menjadi ciri khas.
“Selain itu, karena ikan nila itu seperti ikan seribu umat. Jadi sebenarnya gampang, asal ada air, kita budidayanya tidak susah. Dan masyarakat lebih gampang dan lebih cepat lagi. Dua bulan, tiga bulan sudah panen, dibandingkan dengan ikan gurame,” jelasnya.
Untuk ke depannya, Giyatno menyebut Pemkab Ciamis memiliki rencana membuat program kegiatan, yakni strategi pengembangan budidaya ikan nila dengan sentuhan kincir air dan olahan ikan kekinian (Sibudi Dikucir Okekan).
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan bahwa pihaknya membuka lebar kesempatan bagi para investor untuk turut memajukan hilirisasi ikan nila di Ciamis ini. Menurutnya, ini akan memberikan dampak yang lebih besar lagi bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga
Pertamina Perkuat Kerja Sama dengan Perusahaan Jepang di AZEC Ministerial Meeting 2024
“Silahkan investor-investor datang ke Ciamis untuk membangun kabupaten Ciamis. Bahkan nanti ke depannya kami ingin ada satu industrialisasi, hilirisasi ikan nila. Jadi secara besar ya,” ujar Giyatno.
Kehadiran para investor diharapkan oleh Giyatno akan membuat industri ikan nila semakin siap menghadapi persaingan, termasuk perihal pengiriman komoditas ke berbagai wilayah di Tanah Air.
“Investor itu kita undang juga untuk bikin satu cold storage nanti ke depannya. Karena potensi di sini sangat besar. Sehingga perlu pengolahan dan pengamanan pasca panen. Sehingga nanti kalau yang dikirim itu inginnya sudah dipacking dingin. Jadi tidak ada risiko untuk busuk,” pungkas dia.

