Mendag Zulhas Sebut Underground Economy Bisa Hambat RI Jadi Negara Maju 2045
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan membahas mengenai potensi Indonesia menjadi negara maju pada 2045 mendatang. Dikatakan, seluruh pengamat dan konsultan dari negara-negara lain pun telah mengungkapkan potensi itu.
Mendag Zulhas menceritakan, saat dirinya menghadiri perhelatan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) beberapa waktu lalu, terungkap Indonesia memiliki berbagai persyaratan untuk menjadi negara maju, yakni sumber daya alam dan sumber daya manusia (SDM).
"Pendek kata, seluruh persyaratan kita punya. Begitu juga negara-negara lain, dan terbukti kita 51 bulan perdagangan kita surplus terus," ucap Mendag Zulhas pada acara Forum Koordinasi Pengawasan Kegiatan Perdagangan, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Baca Juga
Perluas Ekspor ke Vietnam, Sido Muncul (SIDO) Incar Pertumbuhan Laba 10% Tahun 2024
Oleh sebab itu, Ketua Umum PAN ini menilai diperlukan kerja sama tim antara seluruh pihak di kementerian dan lembaga pemerintahan. Namun, untuk mencapai Indonesia maju tersebut, Zulhas mengatakan terdapat hambatan, yakni berupa underground economy.
Mendag Zulhas mengungkapkan, underground economy atau merupakan penghasilan yang diperoleh dari kegiatan ekonomi yang tidak terekam oleh otoritas pajak, yang terjadi saat ini mencapai sebesar 30%-40%.
Baca Juga
Harga Minyakita Naik Jadi Rp 15.700 per Liter, Anak Buah Zulhas Ungkap Alasannya
"Nah salah satunya hambatannya itu adalah undergrowth economy. Pak Menteri UKM mengatakan hampir 30%-40%. Pasar kita itu di pangsa pasarnya apa yang disebut dengan undergrowth economy itu, kalau ilegal negara enggak dapat pajak," ungkapnya.
"Oleh karena itu tax ratio kita kecil dibanding negara-negara asian lainnya. Kalau pajak kita tax ratio kecil, pendapatan negara sedikit, bagaimana kita membangun? Bagaimana kita memperkuat alutista, bagaimana kita membangun SDM dan lain-lain," tandas Zulhas.

