Meski Banyak PHK, Industri Tekstil Masih Diminati Investor Asing, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan, investasi asing masih tertarik pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT), meskipun saat ini industri ini tengah tertekan yang menyebabkan penutupan pabrik hingga pemutusan hubungan kerja (PHK).
Direktur Industri, Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Adie Rochmanto mengungkapkan, data penanaman modal asing (PMA) pada kuartal II 2024 secara kumulatif adalah meningkat sebesar 66,29% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
"Di PMA itu justru meningkat di kuartal kedua 2024 ya 66,29%," ucap Adie dalam diskusi publik yang digelar Indef secara daring, Kamis (8/8/2024).
Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada kuartal II 2024 justru menurun, yakni -10,41% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu atau year on year (yoy).
Baca Juga
Asosiasi Industri Tekstil Desak Pemerintah Fokus Berantas Impor Ilegal
"Nah ini yang bisa kita lihat bahwa sebenarnya apa yang terjadi artinya investasi asing pun ya teman-teman khususnya dari Korea dari Taiwan bahkan dari China masih melihat kita tempat usaha yang baik, sehingga investasi mereka justru muncul di kita ya," ungkapnya.
Selain itu, Adie juga mengungkapkan sisi dari tenaga kerja di industri tekstil dan produk tekstil. Pada industri ini, kontribusi terhadap tenaga kerja di dalam negeri hingga Februari 2024 adalah sebanyak 3,87 juta orang. "Industri TPT berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja manufaktur sebesar 20,51%," tandas Adie.
Baca Juga
Kemenperin Sebut Jumlah Tenaga Kerja Industri Tekstil Turun 7,5%

