Kemenperin Sebut Jumlah Tenaga Kerja Industri Tekstil Turun 7,5%
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian mengungkapkan terjadi penurunan jumlah tenaga kerja di industri tekstil pada 2024 jika dibandingkan dengan 2023. Adapun angka penurunan tenaga kerja secara year on year (yoy) tersebut mencapai 7,5%.
Adapun pada industri pakaian jadi, Direktur Industri, Tekstil, Kulit dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan, terjadi penurunan sebesar 0,85% dibanding tahun 2023.
"Jadi jumlah tenaga kerja pada sektor industri tekstil dan industri pakaian jadi pada tahun 2024 mengalami penurunan dibanding pada tahun 2023," ucap Adie dalam diskusi yang digelar Indef secara daring, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Blak-blakan Bongkar Data Kontainer dari Bea Cukai Hanya 12 Ribu, Kemenperin: Sisanya Mana?
Adie memaparkan, jumlah tenaga kerja industri tekstil hingga 2024 ini adalah sebanyak 957.122 orang, sementara jumlah tenaga kerja pada industri pakaian jadi mencapai 2.916.005 orang. Dengan demikian maka jumlahnya menjadi 3.873.127 orang.
"Kontribusi tenaga kerja pada sektor industri tekstil dan industri pakaian jadi terhadap industri manufaktur tahun 2024 sebesar 15,4% (industri pakaian jadi)," terangnya.
"Dan 5,1% (industri pakaian jadi), mengalami penurunan jika dibandingkan kontribusi tenaga kerja tahun sebelumnya," tambah Adie menjelaskan.
Sebelumnya, Kemenperin mengungkapkan ada sebanyak 11.000 karyawan dari perusahaan tekstil dan produk tekstil yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Berdasarkan data yang dipaparkan, belasan ribu orang itu berasal dari 6 perusahaan.
Baca Juga
Begini Kelanjutan Rencana Akuisisi Fiber Optik Indosat (ISAT) oleh Mitratel (MTEL)
Plt Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) ReniYanita mengungkapkan datanya, yakni T S Dupantex, Jawa Tengah PHK sebanyak 700-an orang, PT Alenatex, Jawa Barat PHK 700-an karyawan, PT Kusumahadi Santosa, Jawa Tengah PHK 500-an orang.
kemudian, adapula PT Kusumaputra Santosa, Jawa Tengah yang melakukan PHK 400-an orang, PT Pamor Spinning Mills, Jawa Tengah PHK 700-an orang dan yang terbesar terjadi di PT Sai Apparel, Jawa Tengah yang terpaksa PHK sebanyak 8.000-an orang.

