RI Punya Potensi Minyak Jelantah 1,2 Juta KL per Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Riset Traction Energy Asia, Sudaryadi menyebut, pengelolaan minyak jelantah (used cooking oil/UCO) sebagai bahan baku untuk bahan bakar nabati, yakni biodiesel, memiliki potensi untuk memenuhi target bauran energi nasional.
Traction Energy Asia bersama dengan Center for Environmental Law and Climate Justice (CELCJ) Fakultas Hukum Universitas Indonesia sejatinya telah menyusun Naskah Akademik Tata Kelola dan Tata Niaga Minyak Jelantah.
“Kami punya satu harapan dan keinginan supaya UCO atau minyak jelantah ini ditempatkan sebagai bahan baku komplementer dalam pengembangan biofuel Indonesia. Argumentasinya adalah UCO sebenarnya merupakan potensi sumber daya domestik yang bisa didayagunakan untuk kebijakan transisi energi yang sekarang ini dilaksanakan di Indonesia,” kata Sudaryadi di Pullman Hotel, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Sudaryadi menyebut kajian ini dimulai di tahun 2020. Adapun kajian pertama yang mereka lakukan adalah mencari tahu model pengumpulan UCO atau minyak jelantah di sektor rumah tangga dan industri rumah tangga.
Baca Juga
Bos Garuda Dukung Penggunaan Avtur Pesawat dari Minyak Jelantah
“Kami waktu itu mengambil sampel di 15 kota besar yang ada di Pulau Jawa dan Bali. Dan objek analisis kami adalah rumah tangga dan industri rumah tangga atau usaha mikro. Ruang lingkup yang kami lakukan dari kajian tersebut, itu adalah menganalisis potensi ketersediaan,” terang dia.
Dipaparkan oleh Sudaryadi, total potensi minyak jelantah dari rumah tangga dan unit usaha mikro pada level nasional bisa mencapai 1,2 juta KL per tahun. Sedangkan pola pengumpulan minyak jelantah tersebut bisa dari sedekah, jasa penanganan limbah/sampah, dan jual-beli.
Kendati demikian, di tahun 2023, Sudaryadi menganggap bahwa potensi ketersediaan dari sektor rumah tangga dan industri rumah tangga (usaha rumah tangga), belum representatif untuk melihat potensi keterdiaan UCO.
“Maka dari itu, pada tahun 2023 kami lanjutkan kajian atau studi mengenai potensi ketersediaan UCO dari sektor industri, termasuk kami menganalisis dari hotel, restoran, dan kafe. Kemudian dari kajian tahun 2023 kita kembali menemukan potensi ketersediaannya,” sebut Sudaryadi.
Baca Juga
Tidak hanya itu, dari kajian-kajian yang dilakukannya ini, didapatkan pula hasil bahwa blending biodiesel CPO & UCO dapat menurunkan emisi sebanyak 2,4% hingga 24% dari total target penurunan emisi sektor energi karena rantai produksi yang lebih pendek.
“Dari kajian tersebut kami menghasilkan kesimpulan bahwa biodiesel berbahan baku UCO jauh lebih sedikit memiliki emisi karena jejak karbonnya juga rendah karena merupakan limbah, dan rantai produksinya jauh lebih pendek,” ujarnya.

