Jaringan 4G di Beberapa Daerah Kecepatannya Tak Optimal, Ini Alasan Kemenkominfo
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan penyebab lambatnya kecepatan koneksi jaringan 4G di beberapa daerah di Indonesia. Seperti diketahui, di beberapa daerah pengguna layanan seluler membutuhkan waktu lama untuk membuka laman utama mesin pencari walaupun sudah terhubung ke jaringan 4G.
Direktur Pengembangan Pita Lebar Kemenkominfo Marvels Parsaoran Situmorang mengatakan masih ada menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) yang menggunakan jaringan pengalur (backhaul) berbasis gelombang mikro (microwave). Alhasil pengguna layanan seluler yang terhubung dengan BTS tersebut tidak bisa menikmati koneksi jaringan 4G hingga kecepatan maksimal hingga 100 Mbps.
"Jadi kita masih banyak (BTS) yang backhaul-nya itu ditopang oleh microwave. Itu sebabnya,, kalau semua BTS itu terhubung ke pusat dengan kabel fiber (serat) optik itu bisa lebih cepat," katanya dalam sebuah diskusi dengan awak media di Kemenkominfo, Jakarta Pusat pada Jumat (2/8/2024).
Menurut Marvels, permasalahan lambatnya koneksi jaringan 4G juga terkait dengan Palapa Ring yang belum terintegrasi sepenuhnya. Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.
Baca Juga
Anggaran Seret, Bakti Kemenkominfo Tak Tambah Lokasi Pembangunan BTS 4G hingga Akhir 2024
Proyek tersebut terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya. Palapa Ring akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada dengan jaringan baru di wilayah timur Indonesia.
"Jaringan belum merata, bagian timur sangat rentan terjadi gangguan," ujar Marvels.
Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang menghubungkan antarpulau di Indonesia juga masih belum bisa mendukung lalu lintas data yang terus meningkat. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kapasitas SKKL internasional yang selanjutnya akan terhubung ke hub/gateway internasional seperti Singapura, Eropa, bahkan Amerika.
Baca Juga
Ini Alasan XL Axiata (EXCL) Masih Pertahankan BTS 2G di Tengah Gempuran 4G dan 5G
"Kalau kita lihat ada traffic (lalu lintas) data domestik ada ke luar negeri. Mungkin kita punya kabel untuk ke luar negeri (kapasitasnya) sudah besar dan ada di tiga lokasi, (Indonesia bagian) barat, tengah, dan timur. Kalau itu saya kira kapasitasnya sudah cukup," ungkapnya.
Berdasarkan data Kemenkominfo, panjang SKKL yang menggunakan kabel serat optik sudah mencapai 116.133 km. Adapun, untuk Palapa Ring totalnya adalah 12.158 km yang terdiri dari Palapa Ring Barat (2.119 km), Palapa Ring (3.101 km), dan Palapa Ring Timur (6.938 km).

