Ini Alasan XL Axiata (EXCL) Masih Pertahankan BTS 2G di Tengah Gempuran 4G dan 5G
JAKARTA, investortrust.id - Operator seluler PT XL Axiata Tbk (EXCL) ternyata masih mempertahankan stasiun pemancar atau Base Transceiver Station (BTS) untuk jaringan 2G yang hanya melayani komunikasi suara (telepon) dan teks atau pesan singkat (Short Message Service/SMS).
Direktur & Chief Technology Officer (CTO) XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, pihaknya tidak bisa menonaktifkan BTS 2G walaupun pengguna layanan telepon dan SMS terus menurun. Saat ini, XL Axiata baru menonaktifkan BTS 3G setelah pengalihan pengguna ke jaringan 4G dan Long Term Evolution (LTE), termasuk Voice Over LTE (VoLTE).
“Sangat susah untuk membuat mereka pindah ke layanan VoLTe atau ke 4G, apalagi 5G,” katanya dalam Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 XL Axiata, Jumat (3/5/2024).
Gede mengungkapkan jumlah pengguna jaringan 2G XL Axiata tak lebih dari 3% dari keseluruhan pelanggan yang mencapai 57,6 juta pelanggan. Adapun, jumlah BTS 2G hingga akhir 2023 diketahui mencapai 54.074 dari total BTS sebanyak 160.124.
Jumlah BTS 2G XL Axiata pada 2023 bertambah dari tahun sebelumnya atau 2022 sebanyak 53.136. Untuk tahun ini, Gede menyebut pihaknya hanya akan melakukan penambahan jumlah BTS 2G.
“Tahun ini mungkin hanya menambah BTS 4G, tidak 5G juga karena spektrum [frekuensi] belum ada,” ungkapnya.
Sebagai catatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan melelang spektrum frekuensi 700 MHz (megahertz) dan 26 GHz (gigahertz) untuk jaringan 5G. Spektrum frekuensi 700 MHz sebelumnya diduduki oleh lembaga penyiaran sebelum rampungnya Analog Switch Off (ASO) pada tahun lalu.
Baca Juga
Bos XL Axiata Sambangi Menkominfo, Bahas Rencana Merger dan Isu-Isu Krusial
Gede juga mengungkapkan walaupun jumlahnya sedikit, pelanggan XL Axiata yang masih menggunakan jaringan 2G berkontribusi besar terhadap angka rerata pendapatan per pelanggan (Average Revenue Per Unit/ARPU). Per Kuartal I-2024 ARPU XL Axiata mencapai Rp44.000 dengan kontribusi layanan data mencapai 91% dari total pendapatan.
“Karena biasanya kan orang yang suka menelepon atau SMS itu bayar pulsa dan cukup mahal dibandingkan layanan data. Mereka menghabiskan biaya mahal dibandingkan dengan ARPU rata-rata,” ungkapnya.
Namun, bukan berarti mereka akan terus dipertahankan keberadaannya. Gede berharap pengguna 2G makin berkurang seiring dengan perkembangan teknologi yang membuat harga perangkat atau ponsel pintar makin terjangkau.
“Subscribers VoLTE sekarang sudah 18-20 juta pelanggan dari total. Dalam dua tahun ini kita push. Mudah-mudahan dua sampai tiga tahun ke depan semua sudah bermigrasi, sehingga 2G bisa kita shut down,” pungkasnya.
Baca Juga
Sudah Gunakan Belanja Modal 50%, XL Axiata (EXCL) Fokus Peningkatan Jaringan

