Anggaran Seret, Bakti Kemenkominfo Tak Tambah Lokasi Pembangunan BTS 4G hingga Akhir 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan tidak ada lokasi baru pembangunan menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga akhir 2024.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha Bakti Yulis Widyo Marfiah mengatakan keputusan tersebut diambil mempertimbangkan ketersediaan anggaran yang ada. Pada 2024, Bakti mengandalkan pungutan dana pelayanan universal atau universal service obligation (USO) yang didapatkan dari 1,25% pendapatan bruto seluruh operator telekomunikasi di Tanah Air yang nilainya berkisar Rp 3,5-3,7 triliun.
Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) non-USO yang menjadi sumber pembiayaan operasional Bakti, termasuk untuk membangun BTS di wilayah 3T nilainya juga lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
"Tidak ada lokasi baru, memang tidak ada karena memang secara kebijakan dari kami di Bakti juga mempertimbangkan kebijakan fiskal," katanya ketika ditemui di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2024).
Baca Juga
Bakti Kemenkominfo Mau Pakai Starlink untuk Wilayah Terpencil? Ini Faktanya
Hingga akhir tahun ini, Yulis menyebut Bakti akan fokus menyelesaikan sisa menara BTS yang belum dibangun. Adapun, jumlah yang ditargetkan untuk dibangun sebanyak 630 menara BTS yang berlokasi di wilayah kahar.
“Keseluruhan kurang lebih 5.618 lokasi terkait (menara) BTS yang disediakan dengan mekanisme aset yang di mana 630 lokasi itu masih kondisi kahar yang kita selesaikan sampai akhir tahun ini," katanya.
Sebagai catatan, wilayah kahar merupakan wilayah yang memiliki kondisi tidak terduga. Wilayah tersebut termasuk di antaranya wilayah yang rawan akan konflik antara aparat keamanan dan kelompok separatis seperti di beberapa wilayah di Papua.
Lebih lanjut, Yulis menjelaskan bahwa pembangunan menara BTS di daerah kahar terbagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama meliputi 148 lokasi yang diharapkan dapat segera diselesaikan.
Baca Juga
Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi di Wilayah Terpencil Dibayangi Keterbatasan Anggaran
Kemudian untuk tahap kedua akan dibangun menara BTS di 220 lokasi, tahap ketiga di 180 lokasi, dan tahap keempat yang di 75 lokasi. Yulis optimistis seluruh tahapan pembangunan menara BTS di wilayah kahar bisa rampung pada tahun ini.
Untuk melancarkan pembangunan menara BTS di wilayah kahar, Bakti bekerja sama dengan TNI, Polri dan pemerintah daerah setempat. Sayangnya, jumlah lokasi yang dapat diamankan oleh TNI masih terbatas lantaran terkait dengan prioritas keamanan.
"Kadang mereka memberikan lokasi yang cukup sedikit ya lokasinya, karena memang TNI juga memprioritaskan dari faktor keamanan ini," ujarnya.

