Peralihan ke Televisi Digital Rampung, Industri Televisi Nasional Masih Berdarah-Darah
JAKARTA, investortrust.id - Industri televisi nasional ternyata harus menelan pil pahit setelah pemerintah melakukan penghentian siaran analog atau analog switch off (ASO) sepenuhnya pada tahun lalu.
Sekretaris Komisi Sistem dan Teknologi Penyiaran pada Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Rachmat Akbari menyebut, belanja iklan televisi masih belum kembali ke level sebelum ASO. Pasalnya tingkat kepemirsaan masih mengalami penurunan.
”Proses pulih (pendapatan iklan) berat sekali. Sampai sekarang masih (dalam pemulihan),” ujarnya dalam diskusi bertajuk ”Masa Depan Penyiaran Pasca ASO dan Disrupsi Digital”, Rabu (3/7/2024), di Akmani Hotel, Jakarta Pusat.
Saat ini, menurut Rachmat tingkat kepemirsaan siaran televisi di Tanah Air berasa di kisaran 96%-97%. Bahkan, di beberapa lokasi tingkat kepemirsaan lebih rendah, berada di kisaran 90%-95%.
Baca Juga
Iklan Judi Online Kian Marak, Ketegasan Pemerintah Dinanti Masyarakat
Walaupun demikian, angka tersebut masih jauh lebih baik dibandingkan dengan enam bulan pertama setelah ASO, dengan tingkat kepemirsaan berada di bawah 90%. Situasi ini membuat pengiklan memilih menahan belanja iklannya di televisi.
Alhasil, industri televisi nasional makin merana. Pascapandemi Covid-19, pendapatan televisi nasional dari belanja iklan televisi turun hingga 34% dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.
Di sisi lain, industri televisi nasional juga harus menghadapi platform over the top (OTT) yang kian menggerus jumlah penonton. Konten-konten yang ditayangkan oleh platform tersebut tidak bisa dimungkiri jauh lebih menarik karena didukung modal yang besar.
”Konten video daring diprediksi semakin populer di masyarakat. Kami mengkhawatirkan hal itu, apalagi jika konten video diproduksi oleh pemain global yang secara dana dan kapasitas lebih besar,” ujarnya.
Rachmat menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan Nielsen, dalam waktu kurang dari lima tahun jumlah penonton televisi di Indonesia turun drastis. Dalam kurun triwulan III-2019 hingga triwulan III-2023, jumlah penonton televisi turun dari 93,7% menjadi 81,1%.
“Tetapi jumlah penonton di platform digital atau internet terus naik dari 55,1% menjadi 76,7%,” ungkapnya.
Baca Juga
Jokowi Perintahkan Kemenkominfo Beri Iklan ke Perusahaan Pers
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyebut tingkat kepemirsaan televisi nasional sudah pulih setelah ASO. “Tingkat kepemirsaan di televisi digital yang ditaksir sekitar 125,6 juta pemirsa terpantau telah pulih pascaperalihan dari siaran analog," ujarnya
Kemudian Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemenkominfo Geryantika Kurnia mengatakan bahwa proses ASO di Indonesia terbilang cepat. Hanya butuh waktu kurang dari satu tahun untuk merampungkan proses tersebut.
"Indonesia itu paling cepat di dunia. orang lain lima tahun, tujuh tahun, Indonesia sembilan bulan 10 hari. Mulai 2 November 2022 sampai 12 Agustus 2023, selesai sudah," ujarnya.

