BPJS Ketenagakerjaan Perkirakan Klaim hingga Akhir Tahun Ini Capai Rp 54 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo memperkirakan jumlah klaim yang akan dibayarkan pihaknya hingga akhir tahun mencapai Rp 54 triliun.
“Jadi, pada akhir tahun kemungkinan angkanya akan mendekati Rp 50-54 triliun,” ujar Anggoro dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Baca Juga
Data BPJS Ketenagakerjaan Dikabarkan Bocor, Insiden Lama Terulang Kembali?
Anggoro memperkirakan total klaim hingga akhir tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan yang dibayarkan pada 2023 sebesar Rp 52,73 triliun. Pasalnya, hingga paruh pertama tahun ini atau Juni 2023, nominal klaim yang dibayarkan mencapai Rp 25,43 triliun untuk 1,65 juta klaim tenaga kerja.
Angka itu, menurut Anggoro, juga tak jauh berbeda dari klaim periode yang sama tahun lalu. “Hingga Juni (tahun ini), angkanya atau polanya hampir mirip Rp 25 triliun pada pertengahan tahun lalu,” kata dia.
Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, jika dirinci, dari total klaim yang dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan hingga pertengahan tahun ini, mayoritas atau 83,05% di antaranya untuk klaim program jaminan hari tua (JHT) sebesar Rp 21,12 triliun.
Selanjutnya, kata dia, adalah jaminan kematian (JKM) Rp 1,80 triliun, jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp 1,58 triliun, serta jaminan pensiun (JP) dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) masing-masing Rp 751,93 miliar dan Rp 184,70 miliar.
Di sisi lain, untuk beasiswa yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada anak-anak pekerja hingga Juni 2024 mencapai Rp 208,57 miliar untuk 47.432 anak.
Baca Juga
Menkes Sebut Kelas BPJS Kesehatan Bukan Dihapus, tetapi Disederhanakan
“Jadi, kalau kita lihat totalnya kurang lebih sudah hampir 120.000 anak dari pekerja yang mendapatkan beasiswa dari TK hingga perguruan tinggi,” ucap Anggoro.
Anggoro menambahkan, dari nominal klaim pada 2023 sebesar Rp 25,43 triliun untuk 4,03 juta klaim tenaga kerja, mayoritasnya juga masih berasal dari klaim JHT, yaitu Rp 44,85 triliun atau menggenggam pangsa 85,06% dari total klaim, diikuti JKM Rp 3,21 triliun, JKK Rp 3,04 triliun, JP Rp 1,26 triliun, dan JKP Rp 366,58 miliar.

