IA-CEPA Kerek Perdagangan RI-Australia Hingga 85%
JAKARTA, Investortrust.id - Tren kerja sama perdagangan antara Indonesia dengan Australia terus meningkat menyusul telah berlakunya Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) yang telah disepakati sejak tahun 2019.
Disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono dalam forum bisnis Indonesia—Australia dengan tema “Indonesia—Australia Growing Together” padaSabtu (21/10) di Tangerang, Banten, sejak lahirnya IA-CEPA, Indonesia dan Australia menikmati peningkatan nilai perdagangan sebesar 86% plus terdapat 168-170% peningkatan nilai investasi Australia ke Indonesia.
Baca Juga
“Hubungan antara Indonesia dan Australia semakin kuat beberapa tahun terakhir. Sejak lahirnya IA-CEPA, Indonesia dan Australia menikmati bertambahnya nilai perdagangan sebesar 86%. Kemudian, terdapat 168-170% peningkatan nilai investasi Australia ke Indonesia. Sehingga, para pelaku usaha dapat terus mengoptimalkan IA-CEPA,” ujar Dubes Siswo dilansir laman resmi Kemendag, Minggu (22/10/2023).
Siswo juga menjelaskan, Australia kembali menjadi salah satu dari 10 investor teratas di Indonesia.
Sementara itu Sekretaris Direktorat Jenderal PPI Ari Satria menyatakan, Indonesia dan Australia telah mengalami kemajuan pesat dalam hubungan ekonomi, terutama sejak implementasi IA-CEPA tiga tahun lalu. Penandatanganan IA-CEPAmembuka begitu banyak peluang bagi kedua negara.
Baca Juga
Tak Kurangi Ekspor Gandum ke RI, Australia Barat Tak Terpengaruh India
“Indonesia dapat mendongkrak kinerja ekspor melalui IA-CEPA. Selain itu, Indonesia juga dapat memperbaiki diri dalam rantai nilai global melalui IA-CEPA. Tidak hanya itu, IA-CEPA dapat meningkatkan daya saing investasi yang berasal dari luar negeri,” ungkap Ari.

