Indonesia Perlu Kerek Pertumbuhan Komponen Investasi 4,5% hingga 4,7% demi Pertumbuhan Ekonomi 4,7-5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut kondisi global membuat target pertumbuhan ekonomi 2025 mengalami koreksi menjadi hanya di kisaran 4,7% hingga 5%. Untuk memenuhi target itu pun sejatinya dibutuhkan syarat pertumbuhan komponen investasi di kisaran 4,5% hingga 4,7%.
“Agar bisa mencapai target 2025 saja, konsumsi rumah tangga harus bisa dijaga tumbuh 5%, investasi harus tumbuh antara 4,5% hingga 4,7%. Tadi di kuartal I baru 2,1% jadi harus double tingkatnya untuk pertumbuhan investasi,” kata Sri Mulyani di hadapan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Sri Mulyani menjelaskan upaya mengerek investasi tersebut tidak mudah. Sebab, kondisi global yang personalized telah mengubah tatanan dunia yang familiar. Situasi ini pada akhirnya menciptakan tensi geopolitik yang tinggi dan mengancam supply chain.
“Investasi, inflasi, dan pertumbuhan pasti akan dipengaruhi. Kami harus mewaspadai situasi yang terus berkembang,” jelas dia.
Pada kuartal I-2025 ini, pertumbuhan komponen investasi hanya mencapai 2,1% secara tahunan. Kontribusi komponen investasi para kuartal tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 28%. Pertumbuhan komponen investasi ini melemah jika dibandingkan kuartal I-2024 yang mencapai 3,8% secara tahunan.
Baca Juga
Bappenas Patok Pertumbuhan Ekonomi 6,3% di 2026 , Butuh Investasi Segini!
Selain investasi, Sri Mulyani juga ingin menjaga konsumsi rumah tangga. Selama kuartal I-2025, pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga mencapai 4,9% secara tahunan. Konsumsi rumah tangga memiliki porsi 54,5% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Konsumsi rumah tangga harus bisa dijaga tumbuh 5% (secara tahunan)” jelas dia.
Sementara itu, Sri Mulyani menyebut pertumbuhan ekspor harus tetap dijaga di level 6% secara tahunan karena memiliki kontribusi sebesar 22,3% terhadap pertumbuhan ekonomi. Beruntung selama kuartal I-2025 pertumbuhan ekspor mencapai 6,8% secara tahunan atau lebih tumbuh tinggi jika dibandingkan kuartal I-2024 yang hanya 1,5% secara tahunan.
“Ini suatu tantangan tidak mudah dalam kecenderungan global yang saya sampaikan,” kata dia.
Dari sisi produksi, pemerintah menargetkan pertumbuhan di sektor pertanian dengan rentang 5,6% hingga 5,9%. Pada kuartal I-2025, sektor pertanian cukup tumbuh tinggi yaitu 10,5% secara tahunan karena terjadinya musim panen.
“Tadi, 10% pada kuartal I-2025 bagus sekali tapi biasanya musim tanam yang berubah pada kuartal II dan III sangat sulit mempertahankan growth di 10%” jelas dia.
Pada kuartal I-2025, pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9% secara tahunan, ditopang oleh kinerja sektor manufaktur. Sektor yang menyumbang 19,3% dari pertumbuhan ekonomi ini mampu tumbuh 4,5% secara tahunan.
Sektor perdagangan yang memiliki porsi 13,2% dari pertumbuhan ekonomi juga menjadi penyangga dengan mampu tumbuh 5% secara tahunan. Sementara sektor transportasi dan infokom masing-masing tumbuh 9% secara tahunan dan 7,7% secara tahunan.

