Pemerintah Harapkan Harbolnas 2024 Bisa Kerek Penjualan Hingga Rp 40 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Menko Airlangga menyampaikan bahwa Hari Belanja Online Nasional (HARBOLNAS) 2024 diharapkan dapat mendongkrak penjualan menjadi lebih tinggi dari tahun 2023 yakni dari Rp25,7 triliun menjadi Rp40 triliun.
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran HARBOLNAS 2024 dengan tagline #PakaiProdukSendiri yang digelar di Jakarta, Jumat (6/12/2024). “Oleh karena itu, kami mengharap bahwa masyarakat bisa memanfaatkan karena hampir seluruh produk diskon dan beberapa produk ongkirnya gratis,” ujar Airlangga.
Disampaikan Airlangga, gelaran Harbolnas akan berbarengan dengan berlangsungnya liburan natal dan tahun baru (Nataru) 2024-2025, yang diprediksi akan ikut meningkatkan aktivitas belanja publik. Ia menyampaikan bahwa tidak ada yang berlibur tanpa belanja dan tidak ada yang belanja tanpa liburan, serta didukung dengan tiket pesawat yang sudah diturunkan 10% dan juga promosi dari perhotelan.
Program HARBOLNAS juga akan dilanjutkan dengan Pogram Belanja di Indonesia Aja dari HIPPINDO pada tanggal 20-29 Desember 2024. Selain itu juga terdapat EPiC Sale (Every Purchase is Cheap) dari APRINDO di supermarket dan minimarket se-Indonesia mulai 22-31 Desember 2024.
Baca Juga
Luncurkan HARBOLNAS, Menko Airlangga: Tak Ada yang Berlibur Tanpa Belanja
Peluncuran HARBOLNAS, BINA, dan Epic Sale bertepatan dengan momentum Liburan Natal dan Tahun Baru (NATARU) 2024 yang mana dalam momen tersebut diprediksi sebanyak 110 juta jiwa atau 41% penduduk Indonesia berpotensi meningkatkan aktivitas konsumsi.
“Dan dikasih program khusus yang namanya EPiC Sale, Every Purchase is Cheap. Jadi semuanya cheap. Perbankan dan yang lain akan kasih discount. Dan ini semua retailer, termasuk supermarket. Berarti ada 80 ribu outlet yang melakukan program belanja di Indonesia saja. Dan everything is cheap. Jadi, oleh karena itu kita berharap bahwa dengan kegiatan ini maka daya beli konsumen akan terdongkrak dan menjadi program yang bisa mendongkrak perekonomian Indonesia di kuartal ke-empat,” jelas Menko Airlangga.
Mengutip data NielsenIQ, Airlangga menyebut masyarakat Indonesia semakin gemar belanja. Jika melihat dari sisi daya beli masyarakat masih cukup baik, dari fast moving consumer goods sampai Q3-2024 masih mengalami pertumbuhan 1,1% secara year on year. Ia menyimpulkan, konsumsi dalam negeri masih mengalami kenaikan.
“Kita bisa track juga dengan barang-barang technical yaitu gadget, elektronik, pulsa dan yang lain. Dari sana pun terjadi kenaikan, artinya secara year on year nanti di total itu relatif positif dan tumbuhnya secara year on year 4,3%,” tuturnya.

