Bahlil Minta Ekspor SDA RI Langsung ke Negara Tujuan, Stop Mampir ke Negara Transit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menginstruksikan jajaran direktorat jenderal di kementeriannya untuk menghentikan praktik transit dalam kegiatan ekspor sumber daya alam (SDA). Ia menegaskan agar pengiriman komoditas tambang hingga gas bumi langsung ditujukan ke negara pemesan tanpa melalui negara tetangga.
Baca Juga
Laba Bersih Timah (TINS) Meroket 584% Jadi Rp4,12 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah!
"Tidak boleh lagi SDA kita kalau kirim barang ke China, ya dari Jakarta langsung ke China, tidak boleh dari Jakarta mampir ke negara 'yang itu'. (Negara itu) hanya stample kemudian dia bilang ini ekspor dari negara dia. Dari mana barang kau! Langsung saja, sudah lama barang kita diolah begini terus, saya engga bisa diolah-olah mereka, engga bisa, saya sudah perintahkan dirjen," ujar Bahlil dalam acara Minerba Convex 2026 di JIExpo Convention Center & Theatre, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Ketegangan terkait jalur ekspor ini tak hanya menyasar sektor pertambangan mineral dan batu bara, tetapi juga komoditas gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) yang dipasok ke negara-negara seperti Jepang dan Korea. Bahlil menilai skema pengiriman tidak langsung selama ini justru merugikan posisi tawar Indonesia serta menguntungkan pendapatan pajak dan catatan neraca perdagangan negara transit tersebut.
Baca Juga
Permintaan Nikel Global Diproyeksi Naik 21,39%, Indonesia Perkuat Hilirisasi
"Langsung saja, kenapa harus pakai negara lain. mereka dapat pajak, mereka dapat neraca perdagangan. Baru ada bencana sedikit saja sudah gopoh-gopoh kayak apa aja. jangan kirim lagi ke sana. Indonesia berdaulat jangan diatur-atur," ungkap Bahlil.
Meski enggan menyebutkan secara terbuka negara yang dimaksud, Bahlil meyakini publik dan peserta yang hadir sudah memahami arah dari pernyataannya tersebut.
"Saya sudah tahu wartawan akan tanya ke saya negara mana. Kalian juga tahu itu negara, sesuai hati kalian saja. Itu negara jangan mau senangnya saja," tegas Bahlil.
