AI Buka Peluang UMKM Produksi Konten Berkualitas Tanpa Modal Besar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - AI Visual Director Brilian Fairiandi menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memproduksi konten visual berkualitas tinggi tanpa membutuhkan anggaran besar.
Menurut Brilian teknologi ini memungkinkan pelaku usaha membuat materi pemasaran berupa gambar, animasi, hingga video sinematik dengan proses produksi yang lebih efisien. Sehingga, ia menilai, perkembangan AI telah mengubah cara pelaku industri kreatif memproduksi konten.
Maka dari itu, sebagai pelaku industri kreatif, ia mengatakan perkembangan teknologi AI dapat membantu mengatasi keterbatasan modal, keterampilan teknis, dan pengalaman produksi yang selama ini menjadi hambatan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM.
"Jadi, saya merasa dengan adanya AI itu kita punya yang namanya unlimited possibility,” ucap Brilian dalam paparannya di acara Indonesia Digital Meetup 2026 di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Baca Juga
AI Bakal Ubah Cara Konsumen Berbelanja, UMKM Perlu Siap Beradaptasi
Menurut Brilian, konten tersebut mampu menjangkau audiens dalam jumlah besar. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan kerja sama dengan sejumlah merek, mengadakan pelatihan, dan menjalankan berbagai proyek kreatif berbasis AI.
Dia menilai, teknologi AI memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menghasilkan konten dengan kualitas visual yang lebih tinggi tanpa harus memiliki sumber daya produksi seperti sebelumnya.
“Anda bayangin. Di platform kita ya. Untuk bikin video kayak tadi. Itu menurut saya sangat susah sekarang. Budget, skill, pengalaman. Tapi saya merasa dengan adanya AI, sekarang kita punya peluang yang sama untuk kita menciptakan manfaat kreativitas sendiri dengan standar yang jauh lebih tinggi,” terangnya.
Meski teknologi AI semakin memudahkan proses produksi, Brilian menekankan pentingnya konsep dan kreativitas dalam menghasilkan konten. Dia memperkenalkan pendekatan 3M yang terdiri atas message, meaning, dan memory sebagai landasan untuk mengembangkan materi kreatif.
Unsur kedua adalah meaning, yakni alasan dan makna yang ingin disampaikan melalui konten. Sementara itu, memory berkaitan dengan hal yang ingin diingat audiens setelah melihat konten tersebut.
Dia menjelaskan, pelaku usaha perlu menentukan pesan dan konsep sebelum menggunakan AI untuk memproduksi konten. Dengan demikian, teknologi dapat digunakan untuk membantu merealisasikan gagasan, bukan sekadar menghasilkan materi visual tanpa arah yang jelas.
“Jadi, kalau tadi Bapak-Ibu semua sudah melihat apa yang bisa AI bikin. Seperti apa, kalau di masa lalu. Artinya Anda punya keyakinan. Oke, ini udah saatnya saya harus menggunakan teknologi,” katanya.
Dalam proses produksi, Brilian menyarankan pelaku usaha mengembangkan desain karakter, menentukan lingkungan atau latar visual, kemudian menyusun storyboard secara bertahap. Setiap adegan dapat dikembangkan menjadi gambar dan video menggunakan perangkat AI.
Dia juga menekankan pentingnya eksplorasi dalam proses kreatif agar hasil yang diperoleh sesuai dengan konsep yang telah ditentukan. “So, AI is a production engine. Ya, dia hanya engine aja, hanya tools. Tapi, kunciannya itu tetap ada di depan kita,” tambah Brilian.
