AI Bakal Ubah Cara Konsumen Berbelanja, UMKM Perlu Siap Beradaptasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan mengubah pola transaksi digital, seiring munculnya tren pelanggan mencari rekomendasi hingga memperoleh bantuan pembelian produk melalui aplikasi AI. Pelaku usaha pun dituntut memastikan produk dan layanan mereka mudah ditemukan melalui kanal tersebut.
COO Kata.ai Wahyu Wrehasnaya mengatakan, perkembangan aplikasi AI berpotensi mengubah titik awal interaksi pelanggan dengan bisnis. Jika selama ini konsumen harus membuka aplikasi perusahaan, mencari produk, atau menghubungi layanan pelanggan, ke depan mereka dapat memulai pencarian melalui aplikasi AI.
“Ke depannya itu kemungkinan besar agentic commerce di market akan kejadian, di mana customer itu akan bertanya dan starting point-nya bisa dari AI application yang ada di market,” ujar Wahyu dalam diskusi Indonesia Digital Meetup di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, perkembangan tersebut memungkinkan AI tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga membantu pelanggan dalam proses pembelian produk hingga mengakses layanan pelanggan.
Kondisi itu menghadirkan tantangan baru bagi pelaku usaha, yakni memastikan produk mereka mudah ditemukan (discoverable) dan layanan dapat terhubung dengan aplikasi AI yang digunakan konsumen.
Baca Juga
Koalisi Jagalah Warga Desak Kemenkomdigi Perkuat Perlindungan Transaksi Digital
Maka dari itu, Wahyu menilai, perusahaan perlu mulai memahami kebutuhan pelanggan atau customer intent sebelum menentukan kanal yang digunakan untuk melayani mereka.
“Dengan memahami intent maka akhirnya bisa disiapkan, kira-kira dari kita mau menampilkan apa, kalau ada intent customer menanyakan hal itu. Mau channel-nya apa pun,” terang Wahyu.
Selain mengubah kanal transaksi, perkembangan AI juga membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Menurut AI & Data Managing Director Accenture Indonesia Budi Ono, AI berpotensi menjalankan berbagai fungsi yang sebelumnya membutuhkan tenaga manusia, mulai dari pemasaran melalui media sosial, komunikasi dengan pelanggan melalui WhatsApp, hingga pengaturan jadwal layanan dan pengiriman.
Budi Ono mengatakan, pemanfaatan AI memungkinkan perusahaan dengan jumlah karyawan terbatas menjalankan lebih banyak fungsi bisnis secara terintegrasi. Ia mencontohkan usaha laundry yang dapat memanfaatkan agen AI untuk membantu mengelola promosi Instagram, merespons permintaan pelanggan, serta mengatur jadwal penjemputan dan pengantaran pakaian.
Melalui integrasi tersebut, AI juga dapat membantu pelaku usaha menawarkan promosi yang relevan berdasarkan interaksi sebelumnya dengan pelanggan. “Untuk memenangkan persaingan maka mau enggak mau, saya harus punya seperti employee tapi dia itu AI,” imbuh Budi.
