Kadin Siapkan Program “We Buy from Indonesia” untuk Tarik Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan inisiatif “We Buy from Indonesia” untuk memperkuat perdagangan Indonesia dengan negara-negara mitra. Program ini diarahkan menjadi salah satu instrumen diplomasi ekonomi untuk membuka peluang ekspor sekaligus menarik investasi.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, peningkatan perdagangan dapat menjadi pintu masuk bagi investasi dan industrialisasi di dalam negeri. Rantai tersebut pada akhirnya diharapkan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Kadin Ungkap 3 Mesin Baru Ekonomi Digital Indonesia: Data Center, AI dan Kripto
“Dengan perdagangan yang baik, akan terjadi investasi yang besar dan industrialisasi yang tentunya berarti,” kata Anin, sapaan akrabnya dalam acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (14/8/2025).
Menurut Anin, Kadin segera mengirimkan buku bertajuk “We Buy from Indonesia” kepada para duta besar dan perwakilan diplomatik negara sahabat. Buku tersebut nantinya menjadi sarana untuk memperkenalkan dan mendorong pembelian produk Indonesia di pasar internasional.
Anin menilai penguatan perdagangan tidak dapat dilepaskan dari hubungan yang baik antarpelaku usaha dan pemerintah dengan negara mitra. Karena itu, Kadin rutin menggelar pertemuan dengan korps diplomatik untuk membangun komunikasi dan memperkuat jejaring ekonomi. “Diplomasi, hubungan, dimulai dengan hubungan antarmanusia,” ujar Anin di depan puluhan duta besar dan perwakilan negara sahabat.
Menurutnya, kesepakatan perdagangan seperti free trade agreement (FTA) maupun comprehensive economic partnership agreement (CEPA) akan lebih mudah diwujudkan jika hubungan antarnegara dan antarpelaku usaha terbangun dengan baik.
Baca Juga
Di sisi lain Anin juga menempatkan diplomasi ekonomi sebagai salah satu fokus untuk memperluas kerja sama perdagangan dan investasi. Pendekatan tersebut dinilai penting di tengah kebutuhan Indonesia memperkuat industrialisasi dan meningkatkan daya saing produk nasional.
Anin mengatakan pihaknya akan terus memperkuat komunikasi dengan korps diplomatik melalui pertemuan rutin yang digelar setiap dua bulan. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi bisnis Indonesia kepada negara-negara mitra.
“Perdagangan yang baik, akan terjadi investasi yang besar, industrialisasi, dan tentunya ujungnya bisa menciptakan lapangan kerja,” tutupnya.

