Realisasi KUR Perumahan Tembus Rp 22,1 Triliun, Capai 57,8% dari Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melaporkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) terus meningkat. Hingga 31 Juli 2026, nilai penyaluran KPP telah mencapai Rp 22,1 triliun atau setara 57,8% dari target rencana tahunan penyaluran (RTP). Sementara jika dibandingkan dengan plafon yang telah ditingkatkan menjadi Rp 50 triliun, realisasinya mencapai 44,2%.
Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati menyatakan, peningkatan realisasi tersebut terjadi setelah pemerintah menaikkan plafon KPP dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.
Baca Juga
BP Tapera Catat 121.363 KPR FLPP Tersalurkan hingga Juli, BTN Jadi Penyalur Terbesar
"Alhamdulillah ya untuk kredit program perumahan realisasinya dari waktu ke waktu semakin baik. Teman-teman juga mungkin sudah mengetahui bicara platform bahkan kemarin di rakomjak itu sudah ditingkatkan dari Rp 36 triliun ditingkatkan jadi Rp 50 triliun," kata Sri di kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).
Menurut Sri, hingga saat ini total debitur KPP telah mencapai 99.562 nasabah. Dari sisi suplai, penyaluran didominasi oleh toko bahan bangunan sebanyak 1.379 nasabah, disusul pengembang atau developer sebanyak 1.123 nasabah, serta kontraktor sebanyak 303 nasabah.
Sementara itu, penyaluran dari sisi permintaan (demand) masih mendominasi dengan jumlah 96.757 debitur. Kelompok ini merupakan masyarakat yang memiliki usaha dan memanfaatkan KPP untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah.
Berdasarkan catatan Investortrust, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat penyaluran KUR perumahan melalui KPP telah mencapai sekitar Rp 10,9 triliun per 26 Juli 2026. Nilai tersebut setara 90,83% dari target penyaluran sebesar Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada perseroan pada 2026.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto menyatakan, realisasi tersebut diyakini dapat memenuhi target yang telah ditetapkan pemerintah pada tahun ini.
"Kalau KPP perumahan sendiri, per tanggal 26 Juli, itu sudah menyalurkan sekitar Rp 10,9 triliun dari target Rp12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI. Jadi dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai ya, mudah-mudahan di tahun ini," kata Aris di Gedung BRI, Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (27/7/2026) malam.
Sebelumnya, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, BRI menjadi penyalur KPP terbesar secara nasional. Per 25 Mei 2026, realisasi penyaluran KPP BRI tercatat sebesar Rp 9,2 triliun.
Ara menjelaskan, penyaluran tersebut terdiri dari sisi suplai dan permintaan. Pada sisi suplai, realisasi mencapai 752 nasabah dengan nilai Rp 1,1 triliun. Sementara pada sisi permintaan mencapai 65.576 nasabah senilai Rp 8,1 triliun atau sekitar 54% dari total realisasi nasional.
Baca Juga
Rusun Subsidi Meikarta Jadi Andalan Kejar Target Serapan 350.000 KPR FLPP
Secara nasional, realisasi KPP per 25 Mei 2026 mencapai Rp 16,8 triliun. Rinciannya, sisi suplai sebanyak 1.875 nasabah dengan nilai Rp 4,8 triliun dan sisi permintaan sebanyak 78.001 nasabah senilai Rp 11,99 triliun.
Ara menyebut, program KPP menyasar dua sisi, yakni suplai dan permintaan. Pada sisi suplai, program dapat diakses kontraktor, pengembang hingga toko bangunan dengan plafon maksimal Rp 10 miliar yang dapat diperpanjang hingga Rp 20 miliar dengan bunga subsidi 5%. Sementara pada sisi permintaan, program ditujukan bagi pelaku UMKM yang ingin membeli, merenovasi, atau membangun properti untuk kegiatan usaha.

