Menteri Ara: Realisasi KUR Perumahan Capai Rp 16,298 Triliun Per 21 Mei 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) perumahan secara nasional mencapai Rp 16,298 triliun per 21 Mei 2026 dari target Rp 130 triliun.
“Berarti ini program KUR perumahan yang diciptakan Presiden Prabowo sangat bermanfaat,” kata Maruarar seusai mengadakan pertemuan dengan direksi PT Bank Syariah Indonesia Tbk di The Tower, Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan yang sama, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) alias BSI menargetkan penyaluran KUR perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp 1,2 triliun pada 2026. Perseroan juga menargetkan penyaluran KUR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 5.540 unit rumah subsidi.
Baca Juga
Menteri Ara Dorong BSN Percepat FLPP, Targetkan Serapan 73.300 Unit Rumah Subsidi pada 2026
“Kalau kita lihat target tahun ini untuk BSI, untuk KUR perumahan itu adalah Rp 1,2 triliun. Lalu untuk FLPP 5.540 rumah. Saat ini sampai dengan Maret (2026) itu 1.250 (unit). Kita tentu akan kejar untuk sampai 5.540 (unit),” ujar Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo .
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Maruarar menyebut realisasi penyaluran KUR perumahan BSI telah mencapai Rp 844 miliar atau sekitar 67% dari target Rp 1,2 triliun hingga 21 Mei 2026.
“Jadi, terima kasih Pak. Data ini faktual, artinya BSI confirm sangat mendukung program KUR perumahan yang pertama kali dibuat oleh Presiden Prabowo. Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras dukungan jajaran Bapak, nanti bersama BP Tapera kerja keras dengan SMF (PT Sarana Multigriya Finansial Persero) supaya kita lebih banyak lagi menyiapkan rumah yang layak huni dan terjangkau,” ujar Ara, sapaan akrab Maruarar.
Ara juga memaparkan realisasi KPP BSI di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari sisi suplai, pembiayaan kepada pengembang mencapai Rp 70 miliar, kontraktor Rp 19 miliar, dan toko bangunan Rp 26 miliar. Sementara dari sisi demand, pembiayaan mencapai Rp 200,7 miliar.
“Ini sangat menolong rakyat. Kenapa? Bunganya hanya 0,5%, sejalan dengan arah Presiden Prabowo,” tutur Ara.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan skema pembiayaan melalui investasi awal Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebesar Rp 130 triliun. Menurutnya, belanja modal (capitalexpenditure/capex) tersebut berpotensi disalurkan melalui skema KUR perumahan hingga kredit komersial.
Baca Juga
''Dari diskusi awal sudah disampaikan Danantara, bahwa dukungan Rp 130 triliun itu adalah exercise awal untuk likuiditas di kebijakan KUR eksisting yang akan diusulkan nantinya ke komite KUR yang di-lead oleh Kemenko Perekonomian untuk bisa mendesain kebijakan sektor perumahan atau KUR perumahan,'' kata Heru beberapa waktu lalu.
Adapun skema pembiayaan selanjutnya, kata Heru, berpotensi ke arah kredit konsumtif. ''Nanti kita akan followup, apakah KUR ini nanti akan sebagian di shifting ke sektor perumahan bisa untuk mendukung dari sisi suplai, bentuknya akan seperti apa, atau dukungan dari sisi demand. Mungkin bisa berupa KPR, kredit renovasi rumah maupun kredit bangun rumah,'' jelas dia.

