VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) Catatkan Kinerja Positif di Berbagai Indikator, Laba Bersih Melonjak 25%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melanjutkan tren pertumbuhan positif pada semester I-2026 dengan membukukan peningkatan kinerja di berbagai indikator keuangan. Pionir kendaraan listrik komersial di Indonesia itu mencetak laba bersih Rp10 miliar, melonjak 25% secara tahunan (year on year/yoy).
Pada periode tersebut, VKTR membukukan penjualan bersih Rp647 miliar, melesat 56% (yoy). Pencapaian itu didukung pertumbuhan bisnis kendaraan listrik komersial yang terus menunjukkan momentum positif seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap solusi transportasi rendah emisi.
“Segmen manufaktur suku cadang turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan, didorong berlanjutnya pemulihan industri otomotif nasional sepanjang tahun ini,” kata Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas, Anindra Ardiansyah Bakrie dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Minggu (2/8/2026).
Ardi Bakrie mengungkapkan, peningkatan pendapatan perseroan diikuti perbaikan profitabilitas. Laba usaha tercatat Rp16 miliar, melejit 1.890% (yoy), mencerminkan keberhasilan VKTR menjaga efisiensi operasional serta mengoptimalkan struktur biaya di tengah meningkatnya volume penjualan kendaraan listrik dan dinamika biaya energi global.
Baca Juga
“Kinerja operasional VKTR semakin kuat pada kedua lini bisnis perseroan. Hal itu ditunjukkan oleh pencapaian laba bersih sebesar Rp10 miliar, tumbuh 25% (yoy),” ujar dia.
Dari sisi neraca, menurut Ardi, kondisi keuangan VKTR tetap berada pada posisi yang sehat untuk mendukung ekspansi usaha. Hingga akhir semester I-2026, total aset emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham VKTR itu tercatat Rp1,84 triliun, naik 3% (yoy). Adapun liabilitas meningkat 6% selama tahun berjalan (year to date/ytd) menjadi Rp589 miliar dan ekuitas tumbuh 1% (ytd) menjadi Rp1,26 triliun.
Dia menjelaskan, VKTR terus mencatatkan peningkatan permintaan kendaraan listrik komersial dari berbagai mitra strategis, dengan sejumlah pesanan yang sedang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Pencapaian ini membuktikan semakin tingginya kepercayaan pasar terhadap kualitas produk VKTR, sekaligus menjadi sinyal positif atas berkembangnya adopsi kendaraan listrik komersial dan industri kendaraan listrik nasional,” tegas dia.
Kinerja positif pada semester I-2026, kata Ardi Bakrie, mencerminkan ketahanan model bisnis VKTR yang didukung pertumbuhan kedua segmen usaha. Selain meningkatnya adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia, pemulihan industri otomotif nasional turut mendorong peningkatan permintaan terhadap produk komponen otomotif perseroan.
Dia menambahkan, selain meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap produk dan layanan VKTR, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial telah menjadi solusi yang semakin relevan bagi dunia usaha maupun transportasi publik.
“Kami optimistis tren ini akan terus berlanjut seiring kian matangnya ekosistem kendaraan listrik nasional,” tandas dia.
Didukung Meningkatnya Kepercayaan Pasar
Ardi Bakrie mengemukakan, sepanjang semester I-2026, VKTR terus memperluas implementasi kendaraan listrik komersial di berbagai segmen. Perseroan telah menyelesaikan pengiriman 30 unit bus listrik 12 meter kepada operator TransJakarta untuk mendukung operasional transportasi publik berbasis listrik di Jakarta.
“Dengan tambahan tersebut, secara kumulatif VKTR telah memasok 152 unit bus listrik untuk armada TransJakarta, atau sekitar 30% dari total armada bus listrik TransJakarta yang saat ini beroperasi,” tutur dia.
Baca Juga
Pabrik VKTR di Magelang Siap Produksi 10.000 Unit Bus dan Truk Listrik
Selain memperkuat kehadiran di sektor transportasi publik, menurut Ardi, VKTR mulai memperluas implementasi kendaraan listrik ke sektor logistik dan operasional korporasi. VKTR telah menyelesaikan pengiriman kendaraan listrik transporter untuk mendukung kebutuhan armada transportasi antarkota oleh perusahaan logistik di Malang serta pengiriman unit transporter kepada entitas dalam ekosistem Grup Bakrie.
“Langkah ini merupakan bagian dari strategi VKTR untuk memperluas aplikasi kendaraan listrik komersial di berbagai sektor industri,” ucap dia.
Seiring pengembangan bisnis kendaraan listrik komersial, VKTR terus memperluas portofolio produknya untuk menjawab kebutuhan berbagai sektor industri. Saat ini, perseroan memiliki lini produk yang mencakup bus listrik 8 meter dan 12 meter, baik tipe low floor maupun high floor, kendaraan listrik Transporter LOKON.
“Kami juga punya berbagai varian truk listrik heavy-duty, termasuk konfigurasi 6x4 long wheelbase, 6x4 short wheelbase, 4x2 medium wheelbase, hingga tractor head 6x4 untuk kebutuhan operasional on-road maupun off-road. Portofolio ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan transportasi publik, logistik, pertambangan, dan kawasan industri,” papar dia.
Keunggulan Lokal, Dampak Berkelanjutan
Ardi mengatakan, bus listrik VKTR hingga kini masih menjadi satu-satunya armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%. Keunggulan itu tidak hanya menunjukkan komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
“Keunggulan ini juga memungkinkan VKTR menghadirkan layanan purna jual yang lebih responsif, andal, dan terintegrasi melalui skema full maintenance contract (FMC) guna mendukung optimalisasi operasional armada pelanggan,” ujar dia.
Menurut Ardi Bakrie, seiring percepatan transisi Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060, VKTR terus menghadirkan dampak lingkungan yang terukur melalui operasional kendaraan listrik komersialnya. Armada kendaraan listrik VKTR secara kumulatif telah menempuh lebih dari 19 juta km operasional.
“Estimasi pengurangan emisinya sekitar 17 ribu ton CO2 dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Dampak tersebut setara dengan penghematan sekitar 7 juta liter bahan bakar diesel, atau manfaat lingkungan yang setara dengan penanaman sekitar 777 ribu pohon,” tandas dia.
Ardi menilai pencapaian ini merupakan salah satu bukti bahwa kendaraan listrik komersial memberikan manfaat ekonomi bagi pelanggan melalui efisiensi operasional, sekaligus berkontribusi nyata bagi pengurangan emisi karbon di sektor transportasi Indonesia.
Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
Ardi Bakrie menuturkan, memasuki semester II-2026, VKTR melihat prospek pertumbuhan yang tetap positif, didukung meningkatnya permintaan terhadap solusi kendaraan listrik komersial. Perseroan tengah menyelesaikan pesanan dalam jumlah besar sekaligus (bulk order) bus listrik untuk program peremajaan transportasi publik di Jawa Tengah yang dijadwalkan mulai dikirim pada kuartal III-2026.
Baca Juga
Potensi Cuan, Ini Dia Alasan VKTR Lirik Pasar Truk Listrik Nasional
“VKTR juga terus memperkuat kapasitas bisnis melalui optimalisasi fasilitas manufaktur dan pengembangan kerja sama strategis dengan sejumlah produsen kendaraan listrik global, sebagai bagian dari upaya memperluas implementasi kendaraan listrik komersial di Indonesia,” papar dia.
Selain itu, jelas Ardi, VKTR tengah menjalani proses registrasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu I (PMHMETD I) yang masih dalam proses mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagian besar dana hasil aksi korporasi ini akan digunakan untuk mengembangkan anak usaha di bidang penyediaan solusi kendaraan listrik berbasis sewa (mobility-as-a-service).
“Ini untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang menginginkan penggunaan armada listrik tanpa investasi awal yang besar,” kata dia.
Ardi menekankan, meningkatnya kebutuhan terhadap kendaraan listrik komersial menjadi peluang besar bagi VKTR. “Dengan memperkuat manufaktur, kemitraan strategis, dan inovasi model bisnis, kami optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan yang sehat sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tegas dia.
VKTR, menurut Ardi Bakrie, bakal terus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi kendaraan listrik komersial yang terintegrasi melalui pengembangan manufaktur, layanan purna jual, kemitraan strategis, serta inovasi model bisnis yang mendukung percepatan transisi menuju ekosistem transportasi rendah emisi di Indonesia.

