Potensi Cuan, Ini Dia Alasan VKTR Lirik Pasar Truk Listrik Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melirik segmen truk listrik menjadi pasar yang paling menjanjikan di Indonesia. Perseroan menilai peluang pertumbuhan masih sangat besar karena mayoritas armada truk nasional masih menggunakan mesin berbahan bakar fosil.
Direktur PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Indah Saugi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 6 juta truk yang beroperasi di Indonesia. Menariknya, seluruh armada itu masih didominasi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), sehingga membuka ruang besar bagi elektrifikasi.
"Kalau yang beroperasi di Indonesia itu ada 6 juta truk. Itu bahan bakar fosil semua, jadi market-nya masih besar kalau kita melakukan penetrasi di segmen truk," ujar Indah dalam podcast Konvergensi Investortrust, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, VKTR sejak awal telah menyiapkan kapasitas produksi truk yang lebih besar dibandingkan bus. Pabrik mereka di Magelang bahkan memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 unit truk per tahun sebagai bagian dari strategi menangkap peluang pasar kendaraan komersial.
Selain ukuran pasar yang besar, minat pelaku industri terhadap truk listrik juga terus meningkat. Sejumlah perusahaan di sektor tambang, logistik, dan perkebunan mulai menguji coba armada listrik untuk mendukung efisiensi operasional sekaligus memenuhi target keberlanjutan.
"Banyak perusahaan-perusahaan tambang yang sudah uji coba dengan truk kami. Itu cukup memberikan minat yang sangat baik dari sisi commercial vehicle, khususnya untuk truk," beber Indah.
Baca Juga
Pabrik VKTR di Magelang Siap Produksi 10.000 Unit Bus dan Truk Listrik
Ia pun mengungkapkan bahwa penggunaan truk listrik menawarkan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar diesel. Efisiensi tersebut berasal dari konsumsi energi listrik yang lebih murah serta berkurangnya biaya perawatan karena komponen kendaraan listrik lebih sederhana.
"Dari sisi efisiensi total cost of ownership, cost jangka panjangnya sangat murah. Kita pakai listrik tentu lebih murah dibanding BBM, apalagi BBM sekarang sangat mahal di daerah-daerah remote," ujarnya.
Indah menambahkan, kenaikan harga BBM di wilayah pertambangan dan daerah terpencil turut mendorong perusahaan mencari alternatif energi yang lebih efisien. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor yang mempercepat ketertarikan industri terhadap kendaraan listrik komersial.
VKTR optimistis permintaan truk listrik akan terus tumbuh seiring meningkatnya komitmen perusahaan terhadap aspek green energy, serta upaya pemerintah mendorong transisi energi. Perseroan pun menargetkan segmen truk menjadi salah satu motor pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan.
Sekadar informasi, penjualan bersih VKTR di kuartal I 2026 meningkat 58% yoy. Pertumbuhan kinerja yang solid ini ditopang oleh kuatnya permintaan terhadap kendaraan listrik komersial dan meningkatnya penerimaan pasar terhadap armada transportasi rendah emisi di Indonesia.
VKTR pun membukukan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 58% secara tahunan, yoy. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari ekspansi bisnis kendaraan listrik komersial, sementara segmen manufaktur suku cadang turut mencatat kenaikan meski masih terbatas, sejalan dengan mulai pulihnya industri otomotif nasional.
Baca Juga
VKTR Buka-bukaan Pilih Right Issue Saham, Target Ini Ingin Dicapai
