Tanpa Ditopang Air Mineral, Kinerja Industri Minuman 2023 Minus 2,6%
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo menyebutkan, kinerja industri minuman 2023 mengalami pertumbuhan 3,1%. Ia mengatakan angka itu bisa dicapai karena ditopang oleh bisnis air mineral dalam kemasan (AMDK).
Jika tidak ditopang oleh air mineral dalam kemasan, Triyono mengungkapkan kinerja industri minuman pada 2023 bisa anjlok hingga minus 2,6%.
"Ada pertumbuhan 3,1% kalau kita lihat secara total. Tapi penyumbang utama dari pertumbuhan itu hanya air mineral," ucap Triyono dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).
"Kalau kita bagi secara kategori, yang tumbuhnya positif adalah package water, selebihnya negatif. Kalau kita keluarkan itu (AMDK) berarti yang terjadi minus 2,6%," tambahnya.
Baca Juga
Masuk ke Bisnis Air Minum Kemasan, Pertamina Retail Genjot Penjualan AMDK Bright via B2B
Lebih lanjut, Triyono pun mengatakan, kinerja industri minuman belum mengalami pertumbuhan yang kuat sejak pandemi Covid-19. Apalagi pada 2024 ini, ia juga melihat sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi industri.
"Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kami, ada geopolitik yang berimbas pada biaya logistik dan supply chain, kemudian kemarau berkepanjangan dan laju inflasi yang cukup tinggi, sehingga menjadi tantangan bagi kami di tahun 2024," beber Triyono.
Kendati demikian, asosiasi industri minuman ini berharap pada pada 2024 industri ini dapat bertumbuh, meskipun Triyono belum bisa memprediksi bagaimana kondisi regulasi sektor minuman setelah Pilpres digelar.
"Harapan kami bisa rebound, ada aspek internal dan eksternal. Internalnya adaptasi industri bagaimana produk-produk kami bisa dikonsumsi masyarakat dengan baik," tandasnya.

