Asprumnas Targetkan Penyaluran 50.000 Rumah Subsidi pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (DPP Asprumnas) menargetkan realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) atau rumah subsidi mencapai 50.000 unit pada 2026.
Ketua Umum DPP Asprumnas, M Syawali Pratna menyatakan, target tersebut meningkat dari target awal sebanyak 9.000 unit pada 2025.
Baca Juga
Rumah Subsidi untuk Ojol, 3.000 Driver Gojek Antre Ajukan KPR FLPP BP Tapera
"Kami memang sudah mempersiapkan target dari 9.000 unit mencapai 500% atau 50.000 unit," kata Syawali saat ditemui di sela-sela acara HUT ke-13 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asprumnas 2026 di Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Menurut dia, Asprumnas memecah target tersebut ke setiap dewan pimpinan wilayah (DPW). Setiap dewan pimpinan daerah (DPD) atau perusahaan anggota ditargetkan merealisasikan sedikitnya 50 unit rumah dalam kurun waktu satu tahun.
Di sisi lain, Syawali mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penyaluran KPR FLPP. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk memiliki rumah.
Selain itu, ia menyebut masih banyak masyarakat yang belum menjaga riwayat kredit dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena lebih memilih pengeluaran konsumtif, seperti pembelian kendaraan maupun kebutuhan lainnya. "Kita mengedukasi agar mereka bisa tidak konsumtif dan bisa konsentrasi untuk membeli rumah. Itu salah satu kendalanya," ujar Syawali.
Syawali menuturkan, peningkatan kesadaran untuk memiliki rumah memerlukan dukungan berbagai pihak, tidak hanya dari asosiasi pengembang. Dikatakan, tantangan lainnya berasal dari kenaikan harga bahan bangunan yang berdampak pada biaya pembangunan rumah.
Baca Juga
KPR FLPP Tembus 105.000 Unit, Pemerintah Siap Luncurkan 62.000 Akad
Di sisi lain, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho memaparkan capaian penyaluran KPR FLPP berdasarkan asosiasi pengembang sepanjang 2025.
Menurut Heru, Realestat Indonesia (REI) menjadi asosiasi dengan realisasi tertinggi sebanyak 117.682 unit KPR FLPP. Disusul, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sebanyak 82.514 unit, Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebanyak 37.593 unit, Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya sebanyak 9.522 unit, dan Asprumnas sebanyak 9.207 unit.
