KPR FLPP Tembus 105.000 Unit, Pemerintah Siap Luncurkan 62.000 Akad
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengungkapkan, realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) telah mencapai 105.000 unit rumah subsidi per 20 Juli 2026.
"Hari ini (realisasi KPR FLPP) 105.000 (unit). Tanggal 30 Juli kita akan launching 62.000 (unit KPR FLPP). Bayangkan, 62.000. Mungkin dulu kita tidak pernah berpikir, negara kita bisa di satu titik, di hari yang sama, di jam yang sama, (akad KPR FLPP) 62.000 (unit)," kata Ara, sapaan akrabnya Maruarar, dalam acara HUT ke-13 & Rakernas Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) di Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Baca Juga
Serapan KPR FLPP Tembus 77.532 Unit per Juni, BTN Jadi Penyalur Terbesar
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho memaparkan capaian penyaluran KPR FLPP berdasarkan asosiasi pengembang sepanjang 2025.
Dikatakan, Realestat Indonesia (REI) menjadi asosiasi dengan realisasi tertinggi sebanyak 117.682 unit KPR FLPP. Disusul, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sebanyak 82.514 unit, Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) sebanyak 37.593 unit, Aliansi Pengembang Perumahan Nasional (Appernas) Jaya sebanyak 9.522 unit, dan Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) sebanyak 9.207 unit.
Baca Juga
Prabowo Hadiri Akad Massal 62.000 KPR FLPP di Batang Jateng pada 30 Juli
Sebelumnya, Menteri PKP menyampaikan, BP Tapera tengah menghadapi tantangan besar, yakni realisasi penyaluran KPR FLPP sebanyak 350.000 unit pada 2026. Maruarar menambahkan, sebagai ketua komite Tapera bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, pihaknya akan kembali menggelar rapat pada Kamis (23/7/2026) untuk membahas kesiapan BP Tapera dalam mengejar target penyaluran KPR subsidi.
