Menteri Ara Dorong BSN Percepat FLPP, Targetkan Serapan 73.300 Unit Rumah Subsidi pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mendorong PT Bank Syariah Nasional (BSN) mempercepat penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan pengembangan rumah susun (rusun) subsidi untuk mendukung program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Menteri PKP saat bertemu Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor di kantor BSN, Menara I BTN Lantai 6, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Menteri PKP mengatakan pemerintah terus mendorong sinergi pemerintah, perbankan, dan sektor swasta guna mempercepat realisasi program perumahan nasional.
“Visi Presiden Prabowo Subianto adalah membangun rumah susun subsidi di perkotaan, aturannya juga sedang dibuat dan saya ingin disosialisasikan dan digolkan dengan adanya partisipasi BSN,” kata Ara dalam keterangannya, dikutip Senin (18/5/2026).
Baca Juga
Kunjungan Menteri PKP ke Hunian Warisan Bangsa Purwakarta, Dorong Hunian Terjangkau untuk MBR
Menurut dia, BSN memiliki potensi besar menjadi salah satu motor penggerak pembiayaan perumahan nasional, khususnya sektor rumah subsidi dan rumah susun. Hal itu didukung posisi BSN sebagai bank syariah terbesar kedua berdasarkan aset dan fokus bisnis perseroan pada pembiayaan perumahan.
Saat ini, sebanyak 99% saham BSN dimiliki oleh Bank Tabungan Negara atau BTN. Dalam 3 tahun terakhir, pangsa pasar perbankan syariah juga terus meningkat, termasuk kontribusi BSN dalam penyaluran FLPP nasional.
Hingga April 2026, BSN tercatat sebagai penyalur FLPP terbesar kedua nasional dengan realisasi mencapai 16.523 unit rumah. Adapun target serapan FLPP BSN pada 2026 ditetapkan sebesar 73.300 unit.
Maruarar mendorong BSN memperkuat dukungan terhadap program rumah susun subsidi serta pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan.
“Untuk rumah tapak, BSN saya beri nilai 9 dan untuk rumah susun kalau bisa saya beri nilai 9 juga untuk tahun ini dengan cara BSN dapat merekrut orang-orang yang berkompeten, cepat, loyal dan efektif terhadap program rumah susun ini,” ujar Menteri Ara.
Selain itu, BSN menargetkan pengajuan KUR perumahan sebesar Rp 500 miliar kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Proses administrasi ditargetkan selesai paling lambat dalam dua bulan ke depan.
Ara menyebutkan, percepatan program perumahan membutuhkan pola kerja adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil agar target pembangunan perumahan nasional tercapai tepat sasaran.
“Saya mengembangkan governmentpreuner di kementerian saya dengan menggabungkan pemerintah dan swasta dalam hal kecepatan dan efisiensi karena saya juga punya tanggung jawab kepada Presiden Prabowo untuk memastikan program berjalan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyatakan, pihaknya mendukung program perumahan pemerintah dan memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat.
Baca Juga
Bank Tanah Siapkan 778 Hektare Lahan untuk Program 3 Juta Rumah
“Minat masyarakat terhadap perumahan cukup besar dan sangat kelihatan core fokusnya BSN ini pada FLPP. Kami mendukung program perumahan yang menjadi visi Bapak Presiden Prabowo,” ujar Alex.
Dikatakan Alex, BSN juga menyiapkan sejumlah inovasi untuk memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional. “Untuk inovasi kami akan menggandeng ekosistem perumahan, memperkuat kolaborasi dengan developer, mendorong pembiayaan perumahan yang inklusif dan mengembangkan digitalisasi produk dan layanan,” pungkasnya.

