Dukung Program Strategis Nasional, BSI Ikut Akad Massal 50.030 Unit KPR FLPP
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) mengikuti penandatanganan Akad Massal 50.030 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, yang digelar di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (20/12/2025).
Acara yang diinisiasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan untuk meningkatkan penyediaan rumah subsidi, dari 220.000 menjadi 350.000 unit per tahun.
Dalam sambutannya, Prabowo memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan program 3 juta rumah. “Hal ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan bukti nyata dari kerja keras bersama untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya siap mengambil bagian dari program strategis pemerintah yang berupaya menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui penyaluran pembiayaan KPR FLPP.
“Setiap tahunnya kami berupaya secara optimal untuk menyalurkan kuota yang diberikan kepada BSI, karena rumah merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan yang berkelanjutan,” katanya.
Tahun ini, lanjut Anggoro, BSI telah merealisasikan KPR FLPP sekitar 4.000 unit rumah (year to date/ytd), sedangkan sejak 2012 hingga saat ini mencapai lebih dari 65.000 unit dengan total nilai penyaluran Rp 8,5 triliun.
Saat ini, wilayah penyaluran KPR FLPP didominasi di wilayah industri dan memiliki penyerapan kerja masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggi, yaitu di Makassar, Palembang, dan Semarang.
Baca Juga
Akad Massal 50.030 Rumah Subsidi Tegaskan Komitmen Negara untuk MBR
Anggoro menyatakan bahwa kualitas pembiayaan untuk segmen ini sehat. Tercermin dari rasio non performing financing yang berada pada level di bawah 2%.
“Untuk itu, tahun mendatang BSI akan memperluas cakupan wilayah yang memiliki potensi penyerapan KPR FLPP yang tinggi dan tentunya bekerja sama dengan developer rekanan yang memiliki kredibilitas terpercaya,” ucapnya.
Dengan demikian, rumah yang dibangun memiliki kualitas baik dan sudah terstandarisasi.

