Prabowo Hadiri Akad Massal 62.000 KPR FLPP di Batang Jateng pada 30 Juli
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pelaksanaan akad massal kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) alias rumah subsidi untuk 62.000 unit yang akan digelar serentak se-Indonesia pada 30 Juli 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) itu akan dipusatkan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dengan pelaksanaan serentak di sekitar 115 titik di seluruh Indonesia.
Baca Juga
Menteri Ara Sebut BP Tapera Hadapi Tantangan Berat Meski KPR Subsidi Tembus 102.900 Unit
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyatakan, akad massal tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri PKP Maruarar Sirait.
"Kami ingin memberitahu insyaallah dua minggu lagi kami akan punya gawean luar biasa sesuai arahan Bapak Menteri untuk menyelenggarakan kegiatan akad massal KPR FLPP sejumlah 62.000 secara serentak di seluruh Indonesia dan akan dilaksanakan di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, tanggal 30 Juli nanti," kata Heru saat peresmian kantor BP Tapera di Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026).
Heru memaparkan, Presiden Prabowo juga direncanakan hadir dalam kegiatan akad massal. "Mohon support-nya teman-teman asosiasi pengembang supaya pada saat akad massal 62.000 nanti di 115 titik bisa dilaksanakan di seluruh Indonesia dan insyaallah akan kembali dihadiri oleh Bapak Presiden," ujar Heru.
Dikatakan Heru, kegiatan akad massal ketiga ini merupakan komitmen pemerintah untuk menyalurkan rumah subsidi yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menuturkan, skema FLPP bukan merupakan program baru karena telah berjalan sejak 2010. Menurutnya, penyaluran KPR FLPP pada masa pemerintahan Presiden Prabowo mencapai rekor tertinggi, yakni 278.000 unit pada 2025.
"Sampai 2023, itu terbesar adalah 229.000 (unit) penyaluran melalui skema FLPP. Baru satu tahun Presiden Prabowo menjabat, beliau sudah bisa melakukan satu lompatan (penyaluran KPR FLPP) yang sangat besar yaitu dari 229.000 (unit) tahun 2023 menjadi 278.000 (unit) tahun 2025," imbuh Ara, sapaan akrab Maruarar.
Baca Juga
BP Tapera Salurkan 79.667 Rumah Subsidi Senilai Rp 9,9 Triliun
Namun, Ara menilai BP Tapera kini menghadapi tantangan untuk mencapai target penyaluran FLPP sebanyak 350.000 unit hingga akhir 2026. Sebagai Ketua komite Tapera bersama Menteri Keuangan, lanjut Ara, dirinya akan menggelar rapat pada Kamis (23/7/2026) untuk membahas perkembangan program tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ara juga berharap peresmian kantor baru BP Tapera dapat mendorong peningkatan kinerja lembaga tersebut.
