Kilau Emas Antam (ANTM) Meredup Dibayangi Suku Bunga The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Rabu (1/7/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,625 juta atau turun Rp 5.000 dari Selasa (30/6/2026) Rp 2,630 juta per gram menyusul meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akibat inflasi di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,320 juta atau turun Rp 15.000 dari sebelumnya Rp 2,335 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa (30/6/2026) dan berada di jalur penurunan triwulanan terdalam dalam 13 tahun terakhir.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.008,94 per ons setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak November. Sepanjang Juni, logam mulia merosot 11,3%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 0,4% menjadi US$ 4.022,70 per ons.
Penurunan tersebut membuat emas berada di jalur koreksi triwulanan pertama sejak 2024 sekaligus menjadi penurunan terdalam sejak triwulan yang berakhir pada Juni 2013.
Emas selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga meningkat, daya tarik logam mulia berkurang karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan berbunga.
Baca Juga
Harga Emas Turun, Konflik AS-Iran dan Sinyal The Fed Jadi Tekanan
Di sisi lain, perkembangan diplomasi di Timur Tengah juga belum memberikan sentimen positif bagi pasar. Seorang pejabat Qatar mengatakan para utusan senior Amerika Serikat yang telah tiba di Doha tidak akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Iran. Kondisi tersebut memunculkan keraguan mengenai peluang tercapainya penghentian konflik secara permanen.
Meski ketegangan geopolitik biasanya mendukung permintaan emas sebagai aset aman, perhatian pelaku pasar saat ini lebih banyak tertuju pada prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.
Inflasi di Amerika Serikat masih bertahan jauh di atas target 2% yang ditetapkan The Fed. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama, bahkan masih membuka peluang untuk kembali menaikkan suku bunga.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan terdapat sekitar 65% peluang kenaikan suku bunga pada September. Investor kini menunggu rilis data ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu (1/7/2026) dan data non-farm payrolls atau penggajian sektor nonpertanian Amerika Serikat pada Kamis (2/7/2026) sebagai petunjuk arah kebijakan The Fed berikutnya.
Di tengah pelemahan harga, survei Official Monetary and Financial Institutions Forum (OMFIF) menunjukkan bank-bank sentral di berbagai negara tetap meningkatkan kepemilikan emas dalam jangka pendek.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Rp 15.000 Setelah The Fed Diperkirakan Naikkan Suku Bunga
Survei tersebut juga memperlihatkan bahwa bank sentral cenderung mengurangi eksposur terhadap dolar Amerika Serikat selama satu dekade mendatang seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,362 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,625 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,190 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,760 juta
- Emas 5 gram: Rp 12,900 juta
- Emas 10 gram: Rp 25,745 juta
- Emas 25 gram: Rp 64,237 juta
- Emas 50 gram: Rp 128,395 juta
- Emas 100 gram: Rp 256,712 juta
- Emas 250 gram: Rp 641,515 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,282,820 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,565,600 miliar.
