Kilau Emas Meredup di Bawah Bayang-bayang The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas sedikit melemah pada perdagangan Senin (3/8/2026) di tengah ketidakpastian konflik Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap inflasi yang masih berlanjut. Pasar juga mencermati serangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pekan ini dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.029,84 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 0,5% menjadi US$ 4.029 per ons.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Kembali Berkilau di Tengah Redanya Ketegangan Timur Tengah
Analis Marex Edward Meir mengatakan harga emas masih bergerak dalam rentang yang relatif sempit selama lebih dari sebulan. Kondisi tersebut terjadi ketika pasar menghadapi ketidakpastian mengenai prospek inflasi dan kebijakan moneter AS.
“Harga emas telah terjebak dalam kisaran perdagangan kira-kira antara US$ 4.000-US$ 4.200. Yang memberikan dukungan adalah kenyataan bahwa pasar mungkin mengharapkan kebangkitan inflasi, terutama pada bulan Juli ketika data baru kemungkinan akan membalikkan sebagian besar penurunan bulan Juni,” kata Edward Meir dilansir Reuters.
Pergerakan emas juga dipengaruhi oleh sikap sejumlah pejabat The Fed yang masih mengkhawatirkan tekanan inflasi. Tiga pejabat bank sentral AS yang berbeda pendapat dalam pertemuan kebijakan pekan sebelumnya dan mendukung kenaikan suku bunga mengatakan pada Jumat (1/8/2026) bahwa penundaan kenaikan biaya pinjaman dapat membuat inflasi bertahan di atas target 2% The Fed.
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams juga mengatakan bank sentral AS siap menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi tidak mereda.
Tekanan terhadap emas semakin kuat setelah harga energi mengalami kenaikan signifikan. Harga minyak mentah Brent melonjak lebih 20% pada bulan sebelumnya setelah pertempuran antara AS dan Iran kembali terjadi. Serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman juga meningkatkan kekhawatiran keamanan jalur perdagangan energi.
Di tengah perkembangan tersebut, Iran pada Senin mengatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan AS dan tidak ada rencana untuk menggelar pertemuan. Pernyataan Iran tersebut bertentangan dengan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut adanya pembicaraan yang akan berlangsung. Trump juga menggunakan klaim tersebut sebagai salah satu alasan untuk membatalkan serangan.
Data Pekerjaan AS Jadi Sorotan
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke sejumlah laporan ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut mencakup laporan ketenagakerjaan ADP dan laporan penggajian non-pertanian atau nonfarm payrolls.
Baca Juga
Sementara bank sentral Korea Selatan mengambil langkah untuk memperkuat sumber pasokan emas domestik. Bank tersebut akan membeli emas dari produsen lokal untuk mendiversifikasi sumber pasokannya sekaligus meningkatkan kepemilikan logam mulia.
Sementara itu, harga perak melemah 0,8% menjadi US$ 57,18 per ons, platinum turun 1,6% menjadi US$ 1.616,42 per ons, dan harga paladium terkoreksi 1,8% menjadi US$ 1.251,16 per ons.
