PGE (PGEO) Bidik Kapasitas Panas Bumi 1 GW pada 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PG)) atau PGE perusahaan pengembang energi panas bumi milik Pertamina, menargetkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) mencapai 1 gigawatt pada 2028 dan meningkat menjadi 1,7 gigawatt pada 2032 dari saat ini 727 megawatt (MW). Target tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat pengembangan energi bersih nasional.
Target tersebut sejalan dengan besarnya potensi sumber daya panas bumi yang dimiliki PGE di seluruh wilayah kerjanya. Perusahaan memperkirakan total potensi sumber daya atau resources mencapai sekitar 3 gigawatt, meski pengembangannya akan dilakukan secara bertahap menjadi kapasitas pembangkit listrik. "Kami punya target 1 gigawatt pada 2028 dan 1,7 gigawatt pada 2032. Itu target kami," kata Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Muhammad Taufik kata Taufik saat media visit PLTP area Kamojang, Kabupaten Bandung dikutip Minggu (28/6/2026).
Baca Juga
100 Tahun Panas Bumi RI Berawal dari Sini, PGE (PGEO) Kamojang Tekan Emisi 1,22 Juta Ton per Tahun
Menurutnya, target tersebut memang tidak ringan. Namun, perusahaan menilai sasaran tersebut masih realistis untuk dicapai melalui pengembangan proyek-proyek panas bumi yang telah direncanakan. "Itu target yang tidak ringan tentunya. Tapi bagi kami itu adalah target yang juga masih realistis," ujarnya.
Ia menjelaskan, angka 3 gigawatt merupakan total potensi sumber daya panas bumi yang berada di seluruh wilayah kerja PGE. Potensi tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas pembangkit secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Target pengembangan tersebut juga telah diselaraskan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) periode 2025–2034 yang menempatkan energi baru dan terbarukan sebagai salah satu prioritas penambahan kapasitas pembangkit nasional. "Ini seiring dengan juga RUPTL yang ada di PLN tahun 2025 sampai 2034," ujarnya.
Selain menyiapkan pengembangan proyek, PGE juga mengungkapkan telah memperoleh green book, yaitu daftar proyek prioritas yang dapat diusulkan memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan dari mitra internasional. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat pendanaan proyek-proyek panas bumi yang tengah dikembangkan perusahaan.
"Kemarin kita pernah dengar berita juga bahwa PGE baru saja mendapatkan alhamdulillah green book," katanya.
Dimulai dari wilayah Kamojang, Jawa Barat, hingga saat ini PGE mengelola 13 wilayah kerja panas bumi (WKP) yang tersebar di 6 area dengan kapasitas terpasang 727 MW yang dioperasikan sendiri (own operation). Selain Kamojang, ada WK Lahendong, Ulubelu, Lumut Balai, Karaha, dan Sibayak.
Baca Juga
Saat ini, Wilayah Kerja Panas Bumi Kamojang dikelola oleh PGE dengan 5 unit PLTP yang memiliki total kapasitas terpasang 235 megawatt dari total kapasitas terpasang PGE sebesar 727 megawatt.
PLTP Kamojang kini memasok listrik bagi lebih dari 260.000 rumah tangga setiap hari sepanjang tahun tanpa bergantung pada sinar matahari, kondisi cuaca, maupun bahan bakar fosil. Hingga September 2025, pembangkit tersebut membukukan produksi listrik sebesar 1.326 gigawatt hour, tertinggi di antara seluruh wilayah kerja panas bumi yang dikelola PGE.
Operasi Kamojang juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon sekitar 1,22 juta ton karbon dioksida per tahun. Kontribusi tersebut memperkuat upaya Indonesia mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
