PGE (PGEO) Targetkan Kapasitas Panas Bumi 3 GW dari 15 Wilayah Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE, perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) fokus pada pertumbuhan jangka panjang dengan berinvestasi pada berbagai proyek untuk meningkatkan kapasitas terpasang dan produksi panas bumi.
Perseroan menargetkan kapasitas terpasang hingga 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 15 wilayah kerja (WK).
“Upaya ini diharapkan memperkuat kinerja keuangan secara berkelanjutan. Pada saat yang sama, PGE memperluas kapasitas terpasang melalui sejumlah proyek strategis di berbagai wilayah kerja panas bumi,” ujar Direktur Keuangan Pertamina Geothermal Energy Yurizki Rio dikutip pada Senin (9/3/2026).
Baca Juga
Ekspansi Global, Pertamina Geothermal (PGEO) Jajaki Implementasi Flow2Max di Filipina
Dalam jangka panjang, perseroan menargetkan kapasitas terpasang hingga 3 gigawatt (GW) yang telah teridentifikasi dari 15 wilayah kerja panas bumi (WKP) yang dikelola. Beberapa wilayah kerja (WK) yang dikelola PGE saat ini, antara lain WK Lahendong di Sulawesi Utara, Kamojang-Drajat di Kamojang Jawa Barat, Gunung Way Panas Ulubelu-Lampung, dan Gunung Sibayak-Gunung Sinabung Sumatra Utara.
Beberapa proyek kunci PGE untuk mencapai target tersebut, antara lain pengembangan Lumut Balai Unit 3 dan 4 sebesar 2×55 megawatt (MW), Hululais Unit 1 dan 2 sebesar 110 MW, serta Lahendong Unit 7 & 8 dan sebesar 2×20 MW, serta Binary Unit sebesar 10 MW. “PGE juga tengah mengembangkan sejumlah proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW,” sambung Yurizki.
Selain itu, PGE memperkuat sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendorong percepatan transisi menuju energi bersih. Pada Agustus lalu, PGE menjalin kerja sama dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk mempercepat pengembangan panas bumi melalui 19 proyek eksisting dengan total kapasitas 530 MW.
Baca Juga
PGEO Eksekusi Kontrak Infrastruktur PLTP Lumut Balai Unit 3, Siap Ngebor
Melalui kolaborasi itu, tambahan kapasitas berpotensi mencapai hingga 1.130 MW, dari wilayah kerja yang telah berproduksi maupun area prospektif baru. “Langkah ini sekaligus menegaskan kontribusi PGE dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis energi baru terbarukan hingga 76% pada periode 2025-2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL),” pungkasnya.

