Strategi PGE Dorong Ekspansi Kapasitas Panas Bumi untuk Transisi Energi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE Julfi Hadi menekankan peran penting panas bumi sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan. Pasalnya, potensi panas bumi yang melimpah di Tanah Air memiliki posisi strategis dalam mewujudkan swasembada energi.
"PGE berkomitmen memanfaatkan potensi ini guna mendukung target net zero emission (NZE) 2060, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” ucap Julfi Hadi dalam media briefing di Jakarta, Rabu (27/3/2025).
PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang 672,5 megawatt (MW) dari total potensi sumber daya panas bumi sekitar 3 gigawatt (GW) milik perusahaan. Dalam upaya ekspansi panas bumi, strategi PGE, meliputi pengembangan proyek-proyek quick wins, pengembangan green field, serta strategi beyond energy yang mencakup produksi produk hijau turunan panas bumi dan penguatan ekosistem downstream.
Baca Juga
Bos PGEO Berharap Proyek Pertamina Geothermal Bisa Dilirik Danantara
Sepanjang 2024, PGE mencatat pendapatan sebesar US$ 407,12 juta, meningkat 0,20% dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menjadi rekor tertinggi. Peningkatan ini ditopang produksi listrik dan uap sebesar 4.827 GWh, yang juga merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Dari sisi laba bersih, PGE mencatat US$ 160,30 juta, dengan EBITDA mencapai US$ 324,06 juta dan margin EBITDA sebesar 79,60%, melampaui rata-rata industri terbarukan global, menandakan kekuatan efisiensi operasional dan finansial.
Direktur Keuangan PGE Yurizki Rio mengatakan, kenaikan pendapatan diikuti meningkatnya beban operasi, terutama disumbang biaya bunga pinjaman proyek (diklasifikasikan sebagai beban sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau PSAK 223 yang berlaku Januari 2024).
"Kami menerapkan strategi belanja yang fokus menyiapkan pertumbuhan jangka panjang, termasuk memanfaatkan peningkatan pendapatan tahun ini untuk terus mengembangkan talenta terbaik perusahaan, untuk mencapai target kapasitas terpasang yang semakin besar," ungkapnya.
PGE terus mengembangkan kapasitas pembangkit guna mencapai target 1 GW dalam 2-3 tahun ke depan. Beberapa proyek utama 2024, meliputi pengembangan Lumut Balai Unit 2 (55 MW), Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), serta berbagai proyek co-generation dengan total kapasitas 230 MW.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Raup Laba Rp 2,65 Triliun Sepanjang 2024
Tidak hanya pengembangan di hulu, PGE juga menyasar pertumbuhan di hilir. Sepanjang 2024 PGE telah menjalin kerja sama strategis dalam peluang manufaktur komponen PLTP serta pengembangan hidrogen hijau dan amonia hijau bersama mitra domestik dan internasional, termasuk Elnusa, Multifab, Pertamina Gas, dan Sinopec Star.
Direktur Operasi PGE Ahmad Yani menegaskan, meskipun kapasitas terpasang tidak berubah dari tahun sebelumnya, PGE pada 2024 berhasil meningkatkan produksi melalui berbagai optimalisasi.
"Kami terus mendorong peningkatan produksi melalui peningkatan ketersediaan, kapasitas, dan pengurangan outage. Tingkat reliabilitas sistem kami tetap tinggi dengan availability factor untuk uap sebesar 98,91% dan availability factor listrik sebesar 86,5%,” papar Ahmad Yani.

