AHY Soroti 3 Biang Kerok Wisatawan Enggan Datang ke Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti tiga persoalan utama yang kerap menjadi perhatian wisatawan dan dapat memengaruhi daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata. Ketiga persoalan yang membuat wisatawan mancanegara (wisman) enggan datang ke Indonesia itu, yakni kemacetan, banjir, dan sampah.
AHY menyebut, pemerintah tengah berupaya membenahi berbagai aspek pendukung pariwisata, termasuk aksesibilitas menuju kawasan wisata dan bandara.
"Ini harus di-support dengan memastikan bahwa misalnya kemacetan itu bisa ditangani dengan baik. Kemudian kebersihan lingkungannya. Karena biasanya yang sering mendapatkan sorotan itu isu kemacetan, kemudian banjir termasuk ke arah Cengkareng, dan sampah. Jadi tiga itu bisa dikatakan tiga isu terbesar," kata AHY saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga
Kemenpar Dorong Bebas Visa Kunjungan untuk Perkuat Pariwisata Indonesia
Ia juga menyampaikan, pemerintah terus meningkatkan kualitas layanan di bandara, termasuk sistem kepabeanan, keimigrasian, dan karantina untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi wisatawan.
Selain itu, kesiapan fasilitas pendukung menuju dan keluar dari bandara juga terus diperkuat agar mampu meningkatkan kenyamanan penumpang.
AHY menegaskan, upaya tersebut penting karena Tanah Air selalu bersaing dengan sejumlah negara ASEAN dalam menarik wisman, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, hingga Vietnam.
"Kami ingin terus memajukan sektor pariwisata. Dan infrastruktur, konektivitas kami ingin pastikan siap men-support segala upaya tersebut," tegasnya.
Menurut AHY, penguatan infrastruktur dan konektivitas menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional, termasuk di destinasi prioritas, seperti Bali, Danau Toba, Lombok, Labuan Bajo, hingga Candi Borobudur.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada kuartal I/2026 mencapai sekitar 3,51 juta kunjungan.
Angka tersebut berada di bawah Singapura yang mencatat 4,4 juta kunjungan wisman, Vietnam sebanyak 6,76 juta kunjungan, Thailand sekitar 9,5 juta hingga 10 juta kunjungan, serta Malaysia yang memimpin kawasan ASEAN dengan 10,6 juta kunjungan wisman pada periode yang sama.
Baca Juga
Dari sisi pertumbuhan, Vietnam menjadi negara dengan kenaikan tercepat di antara negara-negara utama ASEAN. Jumlah wisatawan asing ke Vietnam pada kuartal I/2026 mencapai rekor 6,76 juta kunjungan atau meningkat 12,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, Singapura mencatat pertumbuhan 2,8% secara tahunan dengan total 4,4 juta kunjungan wisatawan asing. Indonesia sendiri membukukan pertumbuhan sekitar 7% secara tahunan, namun secara volume kunjungan masih berada di bawah empat negara tetangganya.
