KAI Komitmen Pesan 30 'Trainset' KRL Baru ke Inka, Pabrik Kereta Banyuwangi Dioptimalkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan komitmennya mendukung industri perkeretaapian nasional dengan memesan 30 rangkaian kereta rel listrik (KRL) baru kepada PT Industri Kereta Api (Inka). Hal ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada November tahun lalu.
"Kita komit untuk memajukan industri di dalam negeri. Termasuk (pengadaan) 30 trainset dan seterusnya ke Inka semua," ungkap Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Baca Juga
KAI Siapkan 40 'Flyover' Perlintasan Kereta, Butuh Dana Rp 1,2 Triliun
Komitmen tersebut sejalan dengan pengembangan pabrik Inka di Banyuwangi yang diproyeksikan menjadi pusat produksi sarana perkeretaapian nasional. Bobby menilai lokasi pabrik yang berada di dekat Pelabuhan Ketapang justru memberikan keuntungan dari sisi distribusi logistik.
"Banyuwangi itu kan dekat pelabuhan. Lebih gampang distribusinya ke mana-mana. Terutama untuk nanti yang ekspor-ekspor kan lebih gampang dari Banyuwangi," ujarnya.
Menurut Bobby, keberadaan lahan pabrik seluas 83,49 hektare (ha) menjadi modal penting untuk meningkatkan kapasitas produksi kereta nasional. "Karena (pabrik Inka) Banyuwangi itu kan ada 83,49 hektare. Ya, kita optimalkan," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Inka Eko Purwanto menjelaskan, pabrik Banyuwangi saat ini telah beroperasi secara terbatas dengan satu jalur produksi yang digunakan untuk mengerjakan pesanan KRL dari KAI.
"Untuk layout (pabrik Inka) Banyuwangi ini luasnya adalah 83,49 hektare, terletak di Banyuwangi Utara, daerah Ketapang, dekat pelabuhan," papar Eko.
Ia menambahkan, saat ini pabrik tersebut masih mengoperasikan satu jalur produksi untuk menyelesaikan pesanan KRL dari KAI. "Saat ini pabrik sudah beroperasi terbatas karena hanya satu lane produksi yang kita operasikan dan saat ini cuma produksi KRL-KRL pesanan dari KAI mulai trainset 5 sampai trainset 16," terang Eko.
PT Inka juga tengah melengkapi sejumlah fasilitas produksi dan pengujian melalui dukungan penyertaan modal negara (PMN). Sejumlah proyek yang sedang berjalan, antara lain pembangunan testtrack, fasilitas pengujian statis dan dinamis, serta penyediaan peralatan produksi tambahan.
Selain itu, perusahaan akan membangun gudang, gedung perencanaan produksi, dan gedung pemeliharaan untuk mendukung operasional penuh pabrik Banyuwangi. "Ini adalah tambahan building yang nanti untuk melengkapi pabrik Banyuwangi sehingga pabrik Banyuwangi bisa beroperasi penuh dan bisa optimal," tutur Eko.
Untuk PMN 2025, lanjut Eko, Inka mengalokasikan Rp 440 miliar guna pengadaan fasilitas produksi dan pengembangan pabrik, termasuk mesin cutting, milling, press, roboticwelding, fasilitas produksi carbody kereta, alat pengujian propulsi, gudang, hingga bangunan pendukung.
"Untuk saat ini realisasinya sampai dengan Mei (2026) Rp 57,5 miliar, dan untuk sampai dengan Juni (2026) nanti kami prognosakan bisa selesai Rp 152 miliar," kata Eko.
Menurut dia, pengembangan fasilitas tersebut ditargetkan selesai secara bertahap hingga kuartal III/2027. Selain meningkatkan kapasitas produksi, investasi tersebut juga diarahkan untuk memperbesar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) serta memperkuat ekosistem industri perkeretaapian nasional.
Baca Juga
KAI Siapkan Jalur Kereta Sumatra Terhubung, Investasi Capai Rp 448 Triliun
"PMN 2025, selain target untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di pabrik Banyuwangi, juga kami targetkan ini bisa meningkatkan TKDN dan juga bisa meningkatkan ekosistem perkeretaapian," imbuh Eko.
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pengadaan 30 rangkaian baru KRL Jabodetabek dengan total nilai investasi sekitar Rp 5 triliun. Penambahan rangkaian tersebut, kata dia, merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.
"Kalau untuk rakyat banyak saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat tapi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan dan saya minta harus dilaksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Kepala Negara saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru pada 4 November 2025 lalu.

