Bos KAI Usahakan Pengadaan 30 KRL Baru dari PT INKA
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Bobby Rasyidin mengupayakan pengadaan 30 rangkaian kereta (trainset) kereta rel listrik (KRL) baru pada 2026 berasal dari produk dalam negeri, yakni PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Namun, kata Bobby, rencana pengadaan KRL tersebut masih dalam tahap kajian bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub).
Baca Juga
Per Selasa Pagi Ini, 591.367 Orang Tinggalkan Jakarta via Kereta Api
“Lagi dihitung, dan kita kaji dengan DJKA (Kemenhub) juga. Tapi tentunya prioritas kita ke produk dalam negeri kan gitu,” kata Bobby saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT KAI segera merealisasikan pengadaan 30 trainset baru untuk layanan commuter line, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, Kemenhub telah berkoordinasi dengan KAI mengenai rencana pengadaan tersebut. Nantinya, sebagian rangkaian akan diproduksi PT INKA dan sebagian lainnya diimpor, disesuaikan dengan kapasitas produksi INKA dan target satu tahun yang ditetapkan Presiden.
“Harapan kami supaya cepat sehingga masyarakat bisa mendapatkan kereta yang baru. Presiden kasih target 1 tahun. Bisa dikira-kira mungkin enggak (dari INKA semua)? Jadi mungkin di dalam dan dari luar,” kata Dudy dalam media briefing di Jakarta, Jumat (5/12/2025).
Namun demikian, Menhub Dudy tidak memerinci porsi pengadaan 30 trainset tersebut antara produksi INKA dan impor.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menambahkan percepatan pengadaan tengah dilakukan. Ia menjelaskan selain mengganti rangkaian lama, diperlukan pula optimalisasi rangkaian yang jumlah gerbongnya masih di bawah 12 unit.
Baca Juga
Penjualan Tiket Nataru KAI Tembus 2,44 Juta dengan Okupansi 69,8%
“Kalau kita dapat ganti, mayoritas rangkaian kereta itu ada 12 gerbong kereta. Itu kan akan mengangkut lebih banyak penumpang, tapi dengan demikian kelistrikannya itu butuh ditingkatkan,” ujar Allan.

