Luhut Ungkap Prabowo Setuju Family Office, Siap Tampung Miliaran Dolar dari Timteng
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan family office. Rencananya, family office akan berada di International Financial Center atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Finansial di Bali.
“Jadi Presiden juga setuju dengan pembentukan International Financial Center, family office,” kata Luhut, saat paparan diskusi dengan AMRO, di kantornya, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga
Luhut menjelaskan aturan mengenai pembentukan family office ini akan dibahas di parlemen pada akhir bulan ini. Selain itu, Luhut telah menghubungi Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani untuk melibatkan seorang tokoh senior dari Inggris sebagai penasihat untuk family office.
Luhut mengatakan pembentukan family office ini diarahkan untuk menjaring dana menganggur berjumlah miliaran dolar Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
“Kami tidak berharap mendapatkan US$ 100-200 miliar dalam semalam, tetapi jika mereka ingin menempatkan sebagian dana mereka di sini itu akan memberi kredibilitas dan kepercayaan bagi Indonesia,” ujar dia.
April 2026, muncul wacana bahwa pemerintah mengkaji pembentukan KEK di sektor keuangan. KEK tersebut akan dibangun di Bali untuk meningkatkan industri jasa keuangan global.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pembahasan KEK Keuangan ini sedang dibahas bersama mitra finansial.
“Sedang dalam proses (pembahasan) bersama international financial center,” kata Airlangga di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).
Meski demikian, realisasi KEK Keuangan ini tak dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah juga masih membahas insentif yang akan diberikan. Dia belum mengetahui apakah insentif fiskal yang diberikan seperti tax holiday.
“Sedang dalam proses,” jelas dia.
Airlangga mengatakan KEK keuangan ini untuk mempersiapkan kesempatan dengan adanya perubahan geopolitik global. Dia tak menampik, KEK Finansial ini terdapat family office.
Baca Juga
Bali Jadi Tujuan Baru untuk "Family Office" DEN: Tidak Perlu APBN
“Kita sedang siapkan regulasinya dan juga seberapa jauh regulasi itu mengakomodasi apa yang diminta pendirian daripada financial center atau family office,” jelas dia.
Rencananya, Airlangga mengungkapkan, pengelola financial center tersebut yaitu lembaga non-pemerintah. Meski begitu, dia tak menampik ketika BPI Danantara akan ikut serta.
“Tapi kalau Danantara mengelola boleh juga,” katanya.

