Luhut Harap Family Office Bisa Selesai Bulan Depan
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembentukan family office akan dikebut mengingat rencana itu telah disetujui Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau saya boleh usul, bulan depan boleh kita jadikan,” kata Luhut, di IDN Headquarter, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Baca Juga
Kalah Cepat dari Malaysia dan Singapura, Family Office agar Segera Dieksekusi
Luhut ingin Pemerintah Indonesia tak tertinggal dari negara tetangga yang memikirkan investor. Malaysia misalnya, memberikan insentif yang kompetitif. “Kita juga harus kasih, kalau enggak kita kalah,” ujar dia.
Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi ini menyebut, penasehat global DEN Ray Dalio menyarankan untuk membuat Bali sebagai salah satu lokasi family office. Bali disarankan karena ukuran wilayahnya, seperti Singapura.
Luhut mengeklaim studi mengenai family office telah dibicarakan dengan Kementerian Keuangan dan telah berlangsung lama. Langkah ini terlihat dari pandangan Luhut yang diunggah Instagramnya pada tahun lalu.
Dalam unggahannya, mengutip data The Wealth Report, pembentukan family office untuk menangkap dana besar milik orang kaya di dunia. Di Asia saja, populasi individu superkaya diperkirakan akan tumbuh 38,3% selama periode 2023-2028. Peningkatan jumlah aset finansial dunia yang diinvestasikan di luar negara asal juga diproyeksikan akan terus meningkat.
Baca Juga
“Berangkat dari tren tersebut, saya melihat adanya kesempatan bagi Indonesia untuk menarik dana-dana dari family office global. Dari perhitungan terkini, ada sekitar US$ 11,7 triliun dana kelolaan family office di dunia,” kata Luhut pada Juli 2024.
Luhut mengatakan, saat ini ada beberapa negara di dunia yang menjadi tuan rumah dari aset tersebut, dua diantaranya dari Asia, yakni Singapura dengan 1.500 family office dan Hong Kong yang memiliki 1.400 family office.

