Serapan KPR FLPP 232.673 Unit, BP Tapera Desak Percepatan Bank Penyalur
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat penyerapan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) rumah subsidi hingga Minggu (30/11/2025) baru mencapai 232.673 unit dengan nilai Rp 28,8 triliun.
"Hingga 30 November 2025, realisasi pembiayaan FLPP telah mencapai 232.673 unit rumah senilai Rp 28,8 triliun. Ini perlu dorongan lebih besar lagi dari Bank Penyalur untuk dapat memaksimalkan kinerjanya di sisa waktu penghujung tahun 2025 mendatang," kata Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma dalam keterangan pers, Jumat (5/12/2025).
Baca Juga
BP Tapera: Tingginya Harga Tanah Perkotaan Hambat Rusunami FLPP, Skema Sewa Digencarkan Kembali
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyinggung para pengembang properti terkait rendahnya serapan rumah subsidi skema Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).
"Ini tadi dengan REI dan lainnya, waktu saya jadi Menteri, pertama mereka minta satu — ‘tolong kuotanya digedein’. Saya sudah tingkatkan (kuota rumah subsidi) dari 200.300 unit di tahun 2024 menjadi 350.000 (tahun 2025), hari ini saya cek belum sampai 250.000 (serapan rumah subsidinya)," kata Ara dalam plenary session rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Kadin 2025, di Hotel Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).
Baca Juga
BP Tapera: Realisasi KPR FLPP 2025 Tembus 223.279 Unit Per 21 November
Ara pun mewanti-wanti para pengembang untuk mempercepat serah terima rumah subsidi guna menggenjot target 350.000 unit sudah terealisasi di akhir 2025. “Nah, jangan sampai nanti dikurangin (kuota KPR FLPP, red) oleh Pak Purbaya (Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa,” pungkasnya.

