Kunjungan Menteri PKP ke Hunian Warisan Bangsa Purwakarta, Dorong Hunian Terjangkau untuk MBR
Poin Penting
|
PURWAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein meninjau proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) di Purwakarta, Selasa (15/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong penyediaan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Proyek HWB Purwakarta menawarkan hunian dengan harga mulai Rp98 juta untuk satu kamar tidur dan Rp115 juta untuk dua kamar tidur, lebih rendah dibandingkan harga rumah subsidi pada umumnya. Skema pembiayaan yang ditawarkan juga relatif ringan, dengan cicilan sekitar Rp500 ribu per bulan, bahkan tersedia cicilan awal sekitar Rp170 ribu pada periode tertentu.
Menteri PKP Maruarar Sirait menilai proyek tersebut sebagai terobosan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat. Menurutnya, penyediaan hunian terjangkau tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas hidup, tetapi juga membuka peluang mobilitas sosial.
“Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga
Mochtar Riady Hibahkan 31,2 ha Lahan di Meikarta Senilai Rp 6,2 T kepada Danantara untuk Rusun MBR
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan, proyek tersebut berpotensi menjadi contoh pembangunan perumahan yang tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Proyek yang mulai dikembangkan sejak Juli 2025 dan diluncurkan pada Maret 2026 ini telah mencatat penjualan lebih dari 1.500 unit. Pemerintah menilai konsep tersebut dapat direplikasi secara nasional untuk mendukung target pembangunan 3 juta rumah.
Dari sisi ekonomi, proyek dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun ini diperkirakan mampu menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja pada pertengahan 2026. Sebagian besar material dan tenaga kerja juga berasal dari wilayah Jawa Barat, sehingga memberikan efek pengganda terhadap perekonomian lokal.
Baca Juga
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut karena dinilai membawa manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi lapangan kerja maupun peningkatan investasi daerah.
Pengembangan HWB Purwakarta melibatkan kolaborasi antara pengembang lokal dan Lippo Cikarang. Model kemitraan ini diharapkan dapat memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam mendukung program perumahan nasional.
Perwakilan Lippo Cikarang Ketut Wijaya mengatakan, ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan dapat menghasilkan dampak besar. "Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat," katanya.
Senada perwakilan pengembang Iwang Prejadi, menambahkan bahwa pihaknya sangat bersyukur atas kepercayaan dan dukungan dari pemerintah, pemerintah daerah, dan Lippo. "Ini adalah kesempatan bagi kami untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat," ujar ia.

